MENYOAL MAMIN ATLET PELATDA JABAR, CABOR LEBIH HATAM

BANDUNG - Dewan Penasihat KONI Jawa Barat Ade Kusjanto menyatakan, dalam mengejar target hatrick juara umum PON, bukan hanya prestasi maupun skill dan latihan atlet yang harus diperhatikan, namun juga masalah asupan gizi makanan dan minuman yang sesuai.

Dikatakan Ade, meski atlet melakukan latihan secara maksimal, namun dengan asupan yang tidak sesuai, dapat mengurangi performa maupun kondisi atlet yang bakal berlaga nanti di PON XXI 2024.

“Di mamin (makan-minum) harus ada daging, diperiksalah ada ga dagingnya. Dilatih-latih terus, kurang asupan, pan cilaka,”ucapnya di Bandung, Kamis (1/2/2024).

Ade mencontohkan kebutuhan asupan makanan bagi atlet angkat berat dengan tenis meja, jauh berbeda. Bila atlet angkat berat membutuhkan telur 1 kg misalnya, atlet tenis meja hanya butuh sekitar 3 butir telur perharinya.

Agar komposisi asupan makanan dan minuman dapat sesuai dengan kebutuhan atlet Cabor, Ade menyarankan agar KONI menyerahkan pengelolaannya kepada Cabor bersangkutan. Mengingat, Cabor mengetahui dengan betul asupan apa yang dibutuhkan atletnya.

“Sebaiknya mamin itu oleh Cabor. Karena Cabor misalnya angkat berat, pengurusnya tahu kebutuhan asupan buat atlet angkat berat ini seperti apa. Volumenya seperti apa. Kalua orang luar yang tidak tahu hanya menyediakan mamin, ga tahu akan kebutuhannya,”tegas Ade.

Ade juga mengatakan, Bidang Pembinaan Prestasi (Binpres) KONI Jawa Barat yang bertanggung jawab terhadap Pelatihan Daerah (Pelatda) PON 2024 Jawa Barat, harus dapat berinovasi dalam meningkatkan performa atlet. Selain itu juga, memenuhi kebutuhan atlet di Pelatda, wajib dilakukan.

“Binpres itu harus betul-betul. Pelatda ini dilihat, diawasi jangan dibiarkan,”pungkas dia.

Seperti diketahui, KONI Jawa Barat kini sudah melakukan pemusatan pelatihan bagi atlet Cabor yang bakal berlaga di PON XXI 2024 Aceh-Sumut. Jawa Barat sendiri menargetkan hatrick, juara umum PON berturut-turut, setelah sebelumnya menjadi juara umum pada PON XIX Jawa Barat dan PON XX Papua. *** (Adi)


Navigasi