TERBENGKALAI, PERSEROSI JABAR DORONG PERBAIKAN TRACK SAPARUA

BANDUNG - Kondisi kerusakan yang terjadi di lintasan sepatu roda Saparua Kota Bandung, mendapat perhatian khusus dari Ketua Umum Perserosi Jawa Barat Abdul Haris Sugondo.

Dikatakan Abdul Haris, lintasan sepatu roda yang rusak dan terbengkalai itu, mempunyai potensi untuk arena Pelatda Cabor sepatu roda PON XXI Jawa Barat. Mengingat, tekstur perlintasan beraspal, menyerupai venue sepatu roda PON XXI di Aceh.

Abdul Haris menjelaskan, untuk menyelamatkan lintasan sepatu roda Saparua yang sudah menjadi ikon ini, Perserosi sudah menghubungi berbagai pihak untuk mendorong agar lintasan sepatu roda Saparua dapat digunakan, bukan hanya latihan namun juga menggelar berbagai kejuaraan.

“Saparua itu ada peralihan property. Tadinya Kota Bandung, kini diambil alih oleh Pemprov Jabar,”ucapnya,Jumat  (2/2/2024).

Dijelaskannya, ketika lapangan Saparua dikelola oleh Pemkot Bandung melalui Dispora, sudah ada komitmen bahwa perlintasan yang dibangun khusus untuk sepatu roda. Namun ketika aset tersebut dialihkan ke Pemprov Jabar dan dikelola oleh Bagian Umum, lapangan Saparua termasuk perlintasan sepatu roda rusak, akibat dipakai berbagai even.

“Jadi tracknya rusak itu, pasang ragging. Ada even musik, budaya jadi tidak terawat. Kalau dulu ketat. Kalau tidak dipakai sepatu roda, ditutup dipagar. Tapi sekarang pagarnya rusak,”ucapnya.

Abdul Haris juga mengatakan, persoalan perlintasan sepatu roda Saparua itu, juga sempat dibicarakan dengan mantan Gubernur Jawa Barat Ahmad Heryawan.

Dikatakannya, pada era Ahmad Heryawan, dilakukan perbaikan besar-besaran pada perlintasan sepatu roda Sapurua pada tahun 2016, mengingat saat itu Jawa Barat menjadi tuan rumah PON X.

Abdul Haris berharap, lintasan sepatu roda Saparua yang sudah terkenal dan menjadi ikon Jawa Barat. Komunikasi pun dilakukan Abdul Haris ke berbagai pihak baik KONI Jawa Barat, Pj. Gubernur Jawa Barat serta lainnya, untuk mendorong perbaikan dan penggunaan kembali lintasan sepatu roda Saparua. *** (Adi)


Navigasi