BIDANG V KONI JABAR JAJAKI KERJA SAMA OLAHRAGA DENGAN CINA TAHUN INI

BANDUNG - Bidang V KONI Jawa Barat yang mengurusi program Antar Lembaga tengah menjajaki kerja sama  dengan Pemerintah Cina.

Seperti halnya kerja sama yang sudah dijalani KONI Jawa Barat dengan Gyeongsangbuk-Do, Korea Selatan, kerja sama dengan Cina tersebut juga akan menitik beratkan di bidang keolahragaan yang bermuara kepada peningkatan kualitas atlet.

Ketua Bidang V KONI Jawa Barat, Aan Johana menegaskan, diupayakan program semacam itu dapat terealisasi pada tahun 2024 ini.

"Kita sudah melakukan rapat kordinasi dengan para anggota Bidang V di KONI Jawa Barat, sampai saat ini masih dalam tahap penjajakan dan perencanaan, belum sampai kepada sebuah keputusan," kata Aan Johana menuturkan di Gedung KONI Jawa Barat, Kamis (28/03/2024).

Aan menyebutkan, sedikitnya ada lima cabang olahraga di KONI Jawa Barat yang dikedepankan masuk dalam project kerja dengan Cina. Kelima cabang olahraga tersebut diantaranya, Atletik, Aquatic, Senam, Wushu serta Renang.

"Sebagai tahap pertama kita pastikan dulu program ini bisa terealisasi, tentu saja melibatkan Pemerintah Provinsi seperti halnya dulu dengan Korea Selatan. Lalu, kita pastikan kapan dan berapa cabang olahraga, yang sudah kita rencanakan ada lima cabang olahraga yang masuk pilot prokject ini," ujar Ketua Umum KONI Kota Bandung dua periode ini menjelaskan.

Menurutnya, kerja sama tersebut akan dilakukan dengan salah satu Yayasan Keolahragaan yang berpusat di ibu kota Cina, yakni ota Beijing.

Yayasan tersebut menurutnya, adalah sebuah yayasan keprestasin di Negeri Tirai Bambu itu atau juga disamakan di Bandung sama halnya dengan Universitas Pendidikan Indonesia (UPI).

"Kalau di Bandung adalah, nah di Cina informasi yang telah kami dapatkan adalah sebuah yayasan keprestasin olahraga ya semacam UPInya Beijing," ujar Aan menambahkan.

Dipilihnya Cina untuk dijadikan sebagai mitra kerja sama keolahragaan lantaran dengan Korea Selatan tidak memungkinkan untuk menambah cabang olahraga untuk dikerja samakan.

"Namun demikian, tetap programnya sama yaitu jangka panjang seperti yang sudah kita jalankan dengan Korea Selatan," kata Aan. *** (Rief)


Navigasi