ACEH - Provinsi yang dulu dikenal Daerah Istimewa Aceh (DIY) terus berbenah. 62 persen pembangunan dipusatkan di kawasan Stadion Harapan Bangsa yang akan menjadi venue pembukaan atau Opening Ceremony PON XXI/2024 pada 8 September 2024.
Aceh sendiri memilih 10 kota dan kabupaten untuk menggelar 33 cabang olahraga yang dipertandingkan. Secara bersama - sama, 10 kota dan kabupaten itu telah mendapat peninjauan secara bersama - sama oleh Menteri Koordinator Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Menko PMK) RI Prof. Dr. Muhadjir Effendy, M. AP, Ketua KONI Pusat, Marciano Norman dan Pj.Gubernur Aceh Bustami Hamzah mendampingi meninjau kesiapan venue PON XXI/2024 di wilayah Aceh.
Venue - venue di 10 kota di wilayah Aceh yang siap mempertandingkan 33 cabang olahraga diantaranya Banda Aceh (20 venue), Aceh Besar (6 venue), Sabang (4 venue), Pidie (3 venue), Aceh Utara (2 venue), Aceh Timur (2 venue), Bener Meriah (1 venue), Aceh Tengah (2 venue), Aceh Barat (2 venue), Aceh Tenggara (2 venue).
Sementara di Kota Banda Aceh saat ini tengah dilakukan pengerjaan pembangunan kembali atau renovasi venue yakni Sepak Bola A: Anggar, Angkat besi, angkat berat, Hapkido, Muaythai, Tarung Derajat. Sepak Bola B : Soft Tennis A, Soft Tennis B, Tenis lapangan A, Tenis Lapangan B, Rugby Seven A, X Rugby B.
Dilansir dari website resmi KONI Pusat, Menko PMK berpesan agar persiapan venue dipercepat dan jika memungkinkan akan diperpendek timelinenya.
"Strategi percepatan yaitu mengalokasikan sumber daya di venue yang sudah selesai ke venue yang sedang dibangun. Selesai artinya sudah tuntas hingga tahap finishing. Semua masukan dan kendala dalam rangka mempercepat dapat dikomunikasikan untuk mendapakan solusi. Jika diperlukan tenaga juga segera diatur sedemikian rupa,” katanya mengungkapkan.
Muhadjir pun menyampaikan bahwa proses pengerjaan itu sendiri dilakukan dengan teliti dan memprioritaskan kualitas. “Material-material harus dijaga betul, jangan ada permainan. Kita membangun bukan hanya untuk PON XXI tapi untuk masyarakat Aceh jangka panjang,” ujarnya menambahkan.
Diharapkan venue berkualitas dapat bermanfaat dalam jangka waktu yang panjang kareba banyak stadion yang menjadi hutan dan untuk memulihkannya lagi lebih mahal dari membangun yang baru.
“Ini event yang akan menjadi kado istimewa bagi Presiden kita Bapak Joko Widodo yang akan mengakhiri periode kepemimpinan beliau pada tahun 2024. Saya yakin paling tidak, sama dengan PON XX Papua 2021, dan bisa jadi lebih meriah,” katanya menegaskan.
Pj.Gubernur Aceh yang juga ketua PB.PON XXI wilayah Aceh berkomitmen bahwa PON XXI harus sukses. Maklum, pelaksaanaan kali ini menjadi pertaruhan bagi masyarakat Aceh.
Sementara Ketua Umum KONI Pusat, Marciano Norman mengapresiasi atensi Menko PMK untuk pelaksnaan PON XXI/2024.
“Selaku Ketum KONI Pusat, saya menyampaikan apresiasi, dan penghormatan yang setinggi-tingginya kepada Bapak Menko PMK. Kami berharap PON XXI Aceh-Sumut lebih baik dari PON-PON sebelumnya, oleh karenanya dibutuhkan dukungan berbagai pihak, terutama pemerintah melalui berbagai Kementerian/Lembaga,” ujar Marciano seperti dikutip dari website resmi KONI Pusat. *** (Rief)