BANDUNG - Kontingen Jawa Barat bakal mengungguli provinsi lain saat bersaing di arena PON XXI/2024 di Aceh dan Sumut September mendatang.
Fakta tersebut setidaknya bakal dibuktikan oleh 7 cabang olahraga unggulan yaitu, Panahan, Panjat Tebing, Judo, Gulat, Tinju, Anggar dan Taekwondo.
Sedikitya, 24 medali emas bakal disabet para atlet Jawa Barat diantaranya dari Panahan, Panjat Tebing, Tinju serta Anggar dimana masing-masing bakal mendulang 2 medali emas.
Sementara sisanya, masing-masing dari cabang olahraga, Judo sebanyak 5 medali emas, Taekwondo 8 medali emas serta Gulat 3 medali emas.
Oleh karenanya, tak ingin meleset dari target yang dicanangkan, KONI Jawa Barat mematangkan para atlet unggulannya ke empat kawasan di Korea Selatan (Korsel) untuk menjalani program Training Camp (TC) selama 45 hari di Gyeongsangbuk-Do, Gwangju, Yecheon dan Yeongju.
Total, sebanyak 148 atlet dari 7 cabang olahraga yang telah diberangkatkan. Untuk cabor Panahan akan mengambil TC di Yecheon. Panjat Tebing di Gwangju. Tinju di Yengju. Sedangkan, Anggar, Gulat, Judo dan Taekwondo di Gyeongsangbuk-Do.
Sebanyak 33 atlet cabang olahraga Panahan dan Panjat Tebing sudah lebih dulu diberangkatkan. Sisanya, 115 dari 5 cabang olahraga menyusul setelah dilepas Pejabat Gubernur Jawa Barat (Pj), Bey Machmudin di Gedung Sate, Jumat (5/7/2024).
Seluruh atlet dari 7 cabang olahraga tersebut akan berada di Korsel selama 45 hari. Mereka akan kembali pada akhir Agustus 2024 sebelum masing-masing cabang olahraga diberangkatkan ke Aceh dan Sumut.
"Secara resmi, kami lepas para atlet ke Korsel untuk menjalani TC. Harapan kami, para kita yang berlatih di Korea Selatan dapat mengasah kapasitas dan kapabilitasnya. Dengan begitu, target Jabar Hattrick pada PON XXI di Aceh dan Sumatera Utara bisa terwujud," ujar Bey mengungkapkan sesaat setelah pelepasan.
Lima cabang olahraga yang menyusul ke Korea Selatan, diantaranya Judo, Taekwondo, Gulat, Anggar, Panjat Tebing dan Panahan.
Bey Machmudin menambahkan, Pemprov Jabar senantiasa akan berupaya serta mendukun penuh KONI Jabar dalam mengejar target Jabar mewujudkan Hattrick di arena PON XXI/2024.
"Karena itu, kami harapkan, pemusatan latihan di Korea Selatan dapat menjadi momentum untuk meraih prestasi yang lebih tinggi di tingkat Asia Tenggara bahkan Asia. Kami ingin lebih dari itu setelah PON dimana tingkatannya lebih tinggi lagi yaitu ke kejuaraan Asia Tenggara dan Asia. Jadi kita jangan hanya mengejar target nasional, tapi lebih ke atas lagi," kata Bey menuturkan.
Bey pun berpesan, seluruh atlet harus bersungguh-sungguh salama menjalani TC dan berlatih sehingga untuk meraih hasil yang maksimal.
"Dari informasi yang saya peroleh, sistem latihan di Korea Selatan sangat bagus karena tingkat kedisplinannya yang keras. Jangan jauh-jauh, contohnya pelatih Timnas kita Shin Tae-yong, ia sangat disiplin, sangat keras, kualitas makanan diperhatikan, latihan juga begitu sehingga menghasilkan, kita patut meniru cara mereka," kata Bey menambahkan.
Jadi, katanya, para pelatih yang ikut serta diharapkan bisa mengadopsi program yang sama. Memang, katanya lagi dari sisi anggaran dipastikan akan meningkat karena harus menyesuaikan.
"Tetapi, jika untuk masa depan atlet-atlet kita kenapa tidak karena tujuannya agar bisa berbicara banyak di tingkat yang lebih tinggi," ujar Bey memungkasi.
Disisi lain, Ketua Umum KONI Jabar M Budiana yang ikut menghadiri pelepasan atlet ke Korsel, mengungkapkan, program TC yang dilaksanakan itu merupakan program kerja sama yang sudah dijalin antara Pemprov Jawa Barat dengan Korea Selatan khususnya dengan Provinsi Gyeongsangbuk-Do sejak 2010 lalu.
"Alhamdulilah, ini sesuai dengan schedule, artinya semua ini kita lakukan dan alhamdullah hubungan yang sangat positif dengan Pak Gubernur. Harapan dari Pak Gubernur adalah harapan orang tua terhadap anaknya dan itu bisa direspon posistif oleh atlet dan yang tak kalah penting Pak Gubernur berharap ada tranformasi karena mereka juga didampingi oleh para pelatih lokal dan dan pelatihnya ini bisa menyerap kemampuan atlet-atlet Korea yang punya kualitas diatas rata-rata atlet kita dari sisi science, "ujar Budiana.
Budiana pun berharap, harapan Pj Gubernur dapat terwujud dan bukan hanya menggugurkan kewajiban sehingga tak menghasilkan apa-apa. Jadi, katanya, program TC para atlet ke Korea harus ada hasil yang positif.
"Tidak hanya jangka pendek untuk kepentingan PON saja, tapi juga jangka panjang, ini mahal, ini adalah perjuangan rakyat Jawa Barat mendukung PON dibuktikan dengan munculnya APBD dalam bentuk dana hibah didalamnya irisannya ada program TC ke Korea dengan beberapa negara lain, jadi pertanggung jawaban kita kepada rakyat Jabar adalah prestasi, kemampuan lebih yang dimiliki sebeliumnya," ujarnya memaparkan lagi.
"Dengan Korea Selatan kita sudah menjalin hubungan baik dan kerja sama. Karena itu, Korea Selatan menjadi tujuan kita untuk menjalani program TC sekaligus mematangkan para atlet - atlet PON Jabar, " kata Budiana memungkasi. *** (Rief)