BANDUNG – Ketua Umum Pengprov Persatuan Sepak Takraw Indonesia (PSTI) Jabar Sucipto kini sedang menanti Tehnical Hand Book (THB). Ihwal THB ini Sucipto mengatakan ada sejumput kekhawatiran bisa berubah, tidak seperti yang dijanjikan pada saat babak kualifikasi (BK) PON XXI/2024 Aceh-Sumut.
“Perubahan itu merujuk ke soal usia. Pada pernyataan pertama PB PON menyatakan hanya untuk BK PON saja, yaitu 30-70. Rinciannya 30 persen untuk 27 tahun keatas dan 70 untuk 27 tahun kebawah. Sekarang ada desas-desus diberlakukan juga pada saat PON XXI/2024 digelar. Hal ini membuat semua insan sepak takraw meradang,” ujar Sucipto saat ditemui di kampus UPI Bandung, Senin (12/8/2024).
Dengan komposisi usia semacam itu, Jabar sendiri sudah memperhitungkan kekuatan lawan, apakah bisa menjadi juara atau runner up karena kedua-duanya mengandung konsekuensi . Jadi hasil di BK PON bisa menjadi gambaran awal untuk mengintip peluang.
“Misalnya kita bisa mengintip peluang di tim beregu dan tim double. Sedangkan kalau di runner up kita bisa mengambilnya di dua nomor yang lolos itu antara beregu dan double,” ungkap Sucipto.
Lantaran itu Sucipto memasang planing strategi -- meski secara hitung-hitungan tidak maksimal. Sejauh ini sepak takraw Jabar mengandalkan pemain kembar Lena dan Leni. Jadi seandainya aturannya berubah, yang tampil hanya satu pemain. Bisa Lena, bisa juga Leni.
Adapun kuota untuk pemain putri ada 6 pesepak takraw. Mereka antara lain Lena, Leni, Eksi, Diah, Floren dan Riska. Di cabor sepak takraw ada nomor khusus wildcard untuk daerah-daerah yang tidak lolos PON XXI.
Seperti diketahui, cabor sepak takraw usai melakukan try out ke Thailand selama 10 hari serta melakukan ujicoba dengan tim setempat dengan hasil lumayan memuaskan .
Pada gelaran PON XXI September mendatang, ada 8 medali emas yang diperebutkan. Tuan rumah hanya bisa mengambil 4 nomor , masing-masing 2 putra dan 2 putri . Jadi maksimalnya kalau bisa mengambil semuanya itu hanya mendapat 4 medali emas.
“Kalau dilihat dari potensi atlet sekarang ini dari 2 nomor putra dan 2 nomor putri, itu ada 50 persen saja. Targetnya ada di sektor putri karena kita memiliki 3 pemain putri jebolan Asian Games XIX/2023 di Hangzhou China. Mereka adalah si kembar Lena dan Leni serta Floren,” ujar Sucipto. *** (den)