KETUA UMUM KONI JABAR TINJAU VENUE PON DI SUMUT

MEDAN -Ketua Umum Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Jawa Barat Muhammad Budiana mengatakan, tim koordinator wilayah memerlukan mitigasi atau langkah-langkah lain jika force majeure terjadi pada saat pertandingan di Pekan Olahraga Nasional (PON) XXI/2024 Aceh-Sumut.

Dirinya juga telah mengimbau kepada setiap korwil yang berada di Aceh dan Sumut untuk merapatkan barisan dan semakin cermat melihat kondisi di lapangan. Ini dilakukan karena setelah melihat beberapa arena pertandingan (venue) yang akan digunakan untuk pertandingan PON di Sumut beberapa diantaranya belum selesai 100 persen.

Budiana bersama koordinator wilayah KONI Jabar yang ditugaskan di PON Sumut melakukan pemantauan beberapa arena pertandingan seperti di Sumut Sport Center yang berada di Deli Serdang, dimana stadion utama akan dijadikan sebagai tempat penutupan.

Sumut Sport Center menjadi salah satu venue utama dimana di tempat tersebut selain stadion utama juga telah dibangun lapangan atlet berstandar internasional, martial arts arena, dan voli indoor.

Untuk venue atletik, bela diri, dan voli indoor secara fisik memang sudah selesai namun para pekerja masih melakukan beberapa pembangunan dan perbaikan hingga dikhawatirkan tidak akan selesai tepat waktu.

Selain itu kondisi dari pintu masuk dan keluar menuju Sumut Sport Center sebagian masih berupa tanah dan bahkan beberapa titik masih dilakukan pengurugan dan perataan. Bahkan alat besar dan crane juga masih bekerja siang malam.

Budiana mengatakan, bagi kepentingan kontingen Jabar tentunya hal ini harus disikapi dengan rencana-rencana lain untuk penanggulangannya karena persiapan venue belum 110 persen, sedangkan pertandingan PON beberapa hari lagi akan diselenggarakan.

“Di beberapa tempat seperti gedung martial arts arena ini yang akan digunakan untuk cabor taekwondo, barongsai, dan jiujitsu nampak kelihatan sudah 90 persen tetapi masih ada yang belum (selesai) sejauh ini. Kami Jabar dan sering saya sampaikan kepada para kontingen mendoakan agar tuan rumah bisa menyiapkan fasilitas yang memadai. Tidak harus bagus, tapi yang penting memadai,” kata Budiana di sela-sela pemantauan venue PON, Senin (26/8/2024).

Dia menambahkan, Jabar juga pernah merasakan saat menjadi tuan rumah PON XIX/2016 lalu, dimana saat itu faktor kesulitannya tidak sedikit. Dengan waktu tersisa beberapa hari lagi, Budiana berharap kepada PB PON setempat bisa menyelesaikan seluruh venue ini dengan baik.

“Faktanya kondisi di lapangan seperti ini, dan kondisi seperti ini dampaknya jelas akan berpengaruh terhadap kualitas pertandingan. Dari kualitas pertandingan akan berdampak pada persoalan lain,” ujarnya.

Selain meninjau Sumut Sport Center, KONI Jabar juga meninjau beberapa venue cabor lain seperti venue cabor senam, wushu, yang menggunakan gedung serbaguna Disporasu. Juga venue karate, hoki indoor, dan outdoor di Universitas Negeri Medan.

Secara keseluruhan untuk arena pertandingan lainnya memang sudah siap untuk digunakan, seperti senam yang akan memulai pertandingan pertamanya pada tanggal 28 Agustus, para atlet senam ritmik mulai melakukan uji coba.(ISU)***


Navigasi