BANDUNG - Pengprov Ikatan Pencaksilat Seluruh Indonesia (IPSI) Jawa Barat menggelar penataran dan sertifikasi untuk pelatih muda (kelas III) dan pelatih madya (kelas II) yang dilaksanakan pada 24-26 Juli 2025 bertempat di Gedung KONI Jawa Barat, GOR Tri Lomba Juang dan Padepokan IPSI Jabar.
Sekretaris Umum Pengprov IPSI Jabar, Yusuf Munawar menjelasakan, digelarnya penataran dan sertifikasi pelatih ini merupakan bagian dari sosialisasi PPPSN 2025. Sehingga terbentuknya visi dan misi yang sama saat berada di lapangan.
“Ya sebentar lagi kita akan melaksanakan babak kualifikasi (BK) Porprov XV. Sehingga kemi mengumpulkan dan memberikan pelatihan ini sebagai bagian dari sosialisasi PPPSN tahun 2025. Agar tidak ada lagi kontroversi di lapangan. Kita satu pemahaman,” tegasnya.
Penataran dan sertifikasi pelatih pencaksilat ini diikuti 46 peserta pelatih daerah tingkat muda (kelas III) dan 28 pelatih daerah tingkat madya (kelas II) dari 21 Pengcab IPSI Jabar.
“Semoga IPSI Jabar selalu memberikan kontribusi bagi perstasi olahraga di Jawa Barat. Karena patut kita syukuri, dari mulai PON Jabar, PON Papua dan PON Aceh-Sumut kita menjadi juara umum. Mudah-mudahan PON 2028 di NTT dan NTB kembali menjadi juara umum,” jelasnya.
Ia berharap, para pelatih yang ada di Jabar bisa mengembangkan potensinya hingga go internsional. “Ini juga bagian dari upaya maksimal kita melakukan pelatihan untuk meningkatkan kapasitas pelatih. Sehingga banyak pelatih Jabar bisa go internasional. Seperti halnya dua pelatih Jabar yaitu Ibu Ika dan Ibu Yanti yang sebentar lagi akan ke Jepang untuk melatih pencaksilat di sana,” tandasnya. ***