JAYAPURA - Tim Sepakbola Jawa Barat mulai bangkit. Tim asuhan Yudiantara itu tampil dengan mental dan samangat baru. Alhasil, tiga poin diraih setelah mengalahkan NTT, 1-0 (0-0) pada pertandingan kedua Grup A yang berlangsung di Stadion Mandala Krida, Jayapura, Kamis (30/09/2021).
Tim Jabar sempat kalah telak atas Papua di laga sebelumnya, 1-5. Namun rupanya kekalahan tersebut tidak menyurutkan semangat Agung Mulyadi dan kawan-kawan.
Kemenangan 1-0 atas NTT, dicetak eks pemain Persib, Muhammad Wildan Ramdani di menit ke-51. Kendati hanya menang tipis, namun kemenangan tersebut menjadi modal besar di laga penutup cabang olahraga sepakbola PON XX. Menghadapi Maluku Utara di laga terakhir nanti akan menjadi partai hidup mati bagi Jawa Barat.
Pasalnya, hasil akhirnya akan menentukan langkah menuju babak 'Enam Besar'. Jawa Barat kini masih berada di peringkat tiga klasemen sementara Grup A dengan tiga pon kemenangan. Sedangkan Maluku Utara berada di atasnya dengan tiga poin. Pada pertandingan sebelumnya, Malut menang, 2-1 atas NTT.
Sebaliknya, NTT menjadi juru kunci tanpa poin kemenangan dari dua kali pertandingan dan dua kali kalah. Sementara itu, puncak klasemen masih ditempat tuan rumah Papua dengan tiga poin kemenangan dan mengoleksi lima gol yang dicetak ke gawang Jawa Barat.
"Anak - anak sudah bisa mengubah ritme permainan, mereja juga sudah bisa melupakan kekalahan sebelumnya, intinya anak-anak bisa bermain dengan nyaman, namun lawan tim Indonesia Timur memang agak kesulitan karakter cepatnya.sangat kental, " papar pelatih Yudiantara usai pertandingan.
Yudiantara menilai, jika anak asuhannya bisa bermain lebih tenang tidak mustahil akan lebih dari satu gol yang bisa tercipta. "Terlebih penjaga gawang selalu tepat posisinya, banyak tendangan pemain kita yang mampu ditepis, kalau saja kipernya bukan itu mungkin kita bisa menang dengan dari satu gol," katanya menambahkan.
Meski begitu, ia tetap senang karena kemenangan, 1-0 akan menjadi modal dan motivasi anak asuhannya. "Jadi, di pertandingan terakhir.kita anggao final, wajib menang, istilahnya partai hidup mati," katanya. (KONI Jabar)