JAYAPURA - Kontingen Jawa Barat dipastikan akan mengikuti defile pada acara pembukaan Pekan Olahraga Nasional XX/2021 (PON) yang akan berlangsung di Stadion Papua Bangkit, Papua, Sabtu (02/10/2021).
Namun, Kontingen Jawa Barat tidak mengerahkan seluruh kontingen mengingat regulasi untuk defile ada penyesuaian dengan kondisi saat ini yang masih dalam masa pandemi covid-19 sehingga protokol kesehatan harus benar-benar diterapkan oleh PB PON XX/2021.
Acara pembukaan PON XX itu sendiri akan dibuka secara langsung oleh Presiden Republik Indonesia, Joko Widodo di Stadion Papua Bangkit Kota Jayapura.
Acara pembukaan Pesta Olahraga Nasional Empat Tahunan, itu seperti biasa akan diisi oleh sajian tarian budaya dan diakhiri dengan defile untuk memperkenalkan seluruh kontingen yang akan terlibat langsung di arena PON XX 2021 Papua.
"Jawa Barat sudah dipastikan yang ikut defile sebanyak 36 orang, kuota sebanyak ini merupakan regulasi yang dikeluarkan PB PON, mengingat untuk penyesuaian situasi dan kondisi," kata Lily Rolina, Anggota Bidang Organisasi KONI Jawa Barat menjelaskan.
Menurut Lily, Kontingen Jawa Barat kemungkinan juga hanya akan diikuti oleh 35 orang karena salah satu perwakilan dari cabang olahraga polo air sudah lebih dulu kembali ke Jawa Barat.
"Jadi. mungkin kepulangan salah satu tidak bisa digantikan oleh siapaun karena nama nama sudah didaftarkan, tetapi bisa saja digantikan kalau memang ada kebijakan," ujarnya menambahkan.
Menurut Lily lagi, para peserta defile di acara pembukaan nanti, Jawa Barat tetap mempertimbangkan segi kesehatan juga. "Karena itu, mereka yang sudah pasti diikutsertakan adalah anggota kontingen yang terdekat antara Kabupaten atau Kota Jayapura, efisiensi waktu dan kondisi, untuk atlet mungkin tidak karena mereka butuh konsentrasi untuk bertanding saja," Lily Rolina mengungkapkan lagi.
Lily pun memastikan defile Kontingen Jawa Barat akan dipimpin Chief de Mission, Setiawan Wangsaatmaja didampingi Ketua Umum KONI Jawa Barat, Ahmad Saefudin dan beberapa utusan dari cabang olahraga. Acara pembukaan itu pun akan diikuti 34 provinsi dari seluruh Indonesia. (KONI Jabar)