KETUA UMUM PP MPI BERHARAP PENTATHLON RESMI DIPERTANDINGKAN DI PON 2024

SENTANI - Dipertandingkannya eksibisi cabang modern pentathlon di Pekan Olahraga Nasional (PON) XX/2021 Papua diharapkan bisa membuka jalan untuk cabor ini secara resmi diperlombakan dalam PON berikutnya pada 2024 di Aceh-Sumatera Utara. 

Harapan itu disampaikan Ketua Umum PP MPI Anthony C. Soenarjo dalam jumpa pers di Media Center PON Papua di Jakarta, JCC Senayan, Jakarta, Kamis (7/10). Ini kali pertama cabor modern pentathlon di pertandingkan di level nasional/regional, padahal di level SEA Games dan Asian Games, cabor ini sudah mulai dipertandingkan sejak tiga tahun lalu. 

"Hanya atlet-atlet lapis kedua yang diperbolehkan untuk tampil di PON. Para peraih medali SEA Games tidak diperkenankan untuk tampil. Karena PON ini jadi bagian pembinaan kami untuk mempersiapkan atlet di Asian Games Hangzhou 2022," katanya. 

Pancalomba modern sendiri mempertandingkan nomor lari, renang, menembak, berkuda, dan anggar. Namun, di PON ini hanya tiga disiplin cabor yang akan diperlombakan, yakni lari, renang, dan menembak. Sedangkan anggar dan berkuda tidak dimainkan. Sebagai olahraga luar ruangan (outdoor), Anthony menilai dibutuhkan fisik yang prima serta skill mumpuni untuk para atletnya. 

Menurut Anthony, Modern Pentathlon Indonesia sendiri berdiri sejak 2014. Pentathlon Indonesia menduduki peringkat 9 dari 10 peserta di Asian Games 2018. Lalu di level SEA Games, Indonesia tampil sebagai juara umum dengan meraih 4 emas dari 6 medali emas yang diperebutkan. 

"Harapannya dari PON ini, lahir banyak Dea Salsabila Putri (peraih medali emas SEA Games 2019) baru yang bisa mengibarkan bendera MPI dan Indonesia di kancah internasional," imbuhnya. 

Tim Media Center PON Papua - Jakarta


Navigasi