KAWINKAN MEDALI EMAS DI PON XX, KEBERHASILAN HOKI PATUT DICONTOH

JAYAPURA - Hoki Indoor patut dicontoh. Dengan persiapan kurang maksimal lantaran terganjal pandemi Covid-19, lapangan yang harus berpindah - pindah karena ditutup selama pandemi, namun cabang olahraga yang satu ini mampu memenuhi janjinya di PON XX/2021 Papua.

Menargetkan dua medali emas di Hoki Indoor akhirnya mampu dipenuhi yang lahir dari tim putri yang mengalahkan DKI Jakarta, 2-0 dan tim putra menghentikan laju tuan rumah Papua, 3-1.

"Kunci keberhasilannya pertama support dari pengurus kita sendiri, kedua dari KONI Jawa Barat yang luar biasa, ditambah keuletan kita dalam berlatih selama pandemi dan jelang PON," ujar Pelatih Tim Hoki Indoor putri, Yuda Kusmayadi.

Dihari terakhir pertandingan cabang olahraga Hoki, Jawa Barat berhasil mengawinkan gelar sekaligus membawa pulang dua medali emas dari putra dan putra.

"Dari  keberhasilan ini kami semakin termotivasi untuk melakukan pembinaan yang berkelanjutan jika dilihat dari sisi prestasi di PON tahun ini, kami tidak cepat berpuas diri dengan hasil ini sebaliknya kita pun harus segera melakukan pembinaan untuk PON yang akan datang," kata Yuda menambahkan.

Menyumbangkan medali emas bagi Kontingen Jawa Barat, kebanggaan tersendiri bagi para pengurus cabang olahraga Hoki Jawa Barat. Betapa tidak, selama persiapan  mereka harus berpindah-pindah untuk mendapatkan lapangan yang refresentatif.

Bahkan, cabang olahraga ini sempat tidak diperhitungkan sebelumnya lantaran tidak sepopuler sepakbola maupum futsal atau juga baseball dan polo air yang begitu dijagokan.

"Intinya, selama persiapan kami tidak pernah mengeluhkan soal lapangan, asalkan refresentatif untuk berlatih kita laksanakan, karena berlatih dan berlatih adalah kunci keberhasilan," ujar Dian Indriansah, asisten pelatih Hoki Indoor putri.

Dian mengaku, dengan kondisi seperti itu, tim Jawa Barat bisa menguasai lapangan di Papua yang kualitasnya sangat bagus. "Dibandingkan ketika saat persiapan di Bandung, kualitas lapangan di PON ini saya acungkan jempol, lapangan hoki di Papua masuk kategori terbaik keempat di dunia, bahkan kata Bapak Presiden bahwa lapangan hoki PON adalah yang termahal dan terbaik, ini boleh jadi yang menjadikan penampilan tim kami menjadi maksimal diberi sarana yang sangat bagus," kata Dia memaparkan.

Menurut Dian, keberhasilan tim hoki Jawa Barat juga tidak luput dari masalah non teknis. "Pada saat persiapan, PB PON sempat akan mengubah cabor ini dari segi usia, PB PON akan mengubahnya harus ada pemain  U-23 dan kami malah menyiapkan para pemain senior, itu tiga bulan sebelum PON, dan mau tak mau kami harus ikuti aturan itu dan alhamdulilah kita bisa melewatinya, " kata Dian menambahkan. (KONI Jabar)


Navigasi