BANDUNG - Tim sepatu roda Jawa Barat harus puas dengan meraih 2 perak dan 8 perunggu pada PON XX/2021 Papua. Pencapaian tersebut meleset dari target yang dicanangkan yakni 4 keping medali emas.
Tidak mungkin ada asap kalau tidak ada api. Kegagalan tim sepatu roda di ajang PON XX Papua itu pun disebabkan berbagai faktor. Ketua Pengprov Porserosi Jawa Barat Eri Sudradjat menegaskan, kegagalan di ajang PON Papua karena berbabagai non teknis.
"Bukan kita mecari alasan dan kambing hitam, namun apa yang kita alami di sana tidak diduga sebelumnya. Kita dan tim sepatu roda Jatim ada diskriminasi tidak boleh mencoba lapangan indoor, kecuali DKI, Kaltim dan tuan rumah. Itu non teknis pertama," kata Eri membeberkan.
Lalu faktor non teknis berikutnya yang menghambat laju Jawa Barat adanya tim tersendiri untuk bekerja sama dengan dua daerah lain untuk menggagalkan Jawa Barat dan Jatim.
"Ada tim-tim yang menginginkan agar kita tak boleh mengganggu nomor-nomor tertentu, yang paling parah ada intimidasi tuan rumah meminta medali emas tidak kita sentuh. Intinya kerja sama dengan dua daerah melakukan shock terapi kepada tim kami," katanya menambahkan.
Eri menyimpulkan bahwa kita selama ini melakukan persiapan terus menerus berlatih di outdoor, sementara perlombaan dilakukan di lapangam indoor.
"Jadi, mereka tahu kelemahan kita dan kita tak boleh nyoba untuk latihan di lapangan indoor. Kecuali mereka ini kan jelas ada upaya yang tidak fair," katanya menegaskan.
Eri menyebut, tidak seratus persen disebabkan non teknis dari soal itu. Hal hal yang membuat tim tamu terhmabat adalah adanya pemadaman lampu dan masalah konsumsi pun tidak pernah tepat. "Ini mungkin strategi mereka, semua cabor juga mengalami hal yang sama dalam hal penyuplaian makanan," kata Eri mengungkapkan.
Meski begitu, Eri mengaku siap untuk memperbaiki prestasi sepatu roda di PON 2024 di Aceh dan Sumut. "Kami atas nama Perserosi Jawa Barat mohon maaf atas kegagalan ini, banyak hal yang harus dievaluasi agar di PON 2024 nanti kita siap untuk mengulangi sukses," ujarnya.
"Kami bangga dan salut kepada seluruh atlet yang punya mental hebat dan tetap tegak meski dengan meraih perak dan perunggu," katanya memungkasi. (KONI Jabar)