BANDUNG -Tak Ada yang perlu diragukan bagi pesilat Jawa Barat. Tampil dengan perçaya diri dan tidak sombong mereka membuktikan prestasinya dengan merebut 20 tiket PON XXI tahun 2024 ke Sumut-Aceh.
Semua perjuangan gigih yang ditampilkan para jawara tanah Padundan ini dibuktikannya pada Babak Kualifikasi (BK) PON yang berlangsung 10-15 September 2023 di Solo, Jawa Tengah.
"Apa yang disampaikan pak Ketua Umum KONI Jabar Prof M. Budiana agar tidak terlalu percaya diri dan sombong benar-benar diterapkan para pesilat. Mereka tampil elegan dan percaya diri. Mantap dan fokus dalam menghadapi lawan-lawannya,"kata Wakil Ketua Umum II IPSI Jabar Ferry Hendarsin.
Ferry mengatakan bahwa hanya 2 nomor saja yang tidak lolos di BK PON tersebut. "Jadi Jawa Barat meloloskan 20 nomor dengan 26 atlet. Dan tidak meloloskan 2 nomor,"kata Ferry.
Kegagalan dua nomor tersebut adalah kelas C Pi atas nama Wewey Wita yang dikalahkan pesilat Sumbar pemegang Medali Emas PON yang lalu Papua.
"Satu lagi nomor tunggal putra atas nama Asep Yuldan. Keputusan pemenang diwarnai protes yang dilayangkan Manager Jabar. Surat protes dengan melihat performa kebenaran gerak dan power pesilat Jabar yang jauh lebih baik dibandingan dengan lawannya dari Jatim. Namun nota protes tetap ditolak,"terangnya.
Dari keseluruhannya itu, dirinya dan semua unsur pimpinan pengurus IPSI Jabar dan jajaran pelatih yang menangani tim sangat bersyukur atas hasil yang dicapai.
"Gedung baru dan megah Edutorium Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS) Solo – Jawa Tengah yang diresmikan 2021 lalu, menjadi saksi dimana para atlet pencak silat Jabar berhasil meloloskan 20 nomor pertandingan dengan jumlah 26 atlet dari 22 nomor yang dipertandingkan,"ujar Kang Ferry.
Jumlah tersebut katanya jauh lebih banyak bila dibandingkan dengan PON tahun 2021 lalu di Papua. Di Papua, Jawa Barat hanya meloloskan 17 nomor pertandingan.
Menurutnya perjuangan para atlet Jabar cukup keras dan sangat memeras keringat. "Untuk meloloskan sebanyak itu, pesilat Jawa Barat harus bersaing keras dengan hadirnya 681 atlet dari 32 Provinsi di Indonesia,"ucap Kang Ferry.
Ia menambahkan, semua pesilat memiliki kemampuan teknik dan fisik yang merata. Namun kata Ferry yang juga pengurus KONI Jabar Bidang Binpres ini, berkat persiapan yang baik melalui perencanaan detail tim pelatih yang didukung Tim Managemen, Official, serta dukungan penuh Pengprov IPSI Jabar dan KONI Jabar, para atlet dapat menyelesaikan tugasnya dengan baik
"Semua atlet kepercayaan dirinya luar biasa. Termasuk ketenangan dan sangat fokus. Sehingga dapat mewujudkan kinerja optimal mereka. Alhamdulillah,"ungkapnya.
Dengan pertandingan sistem gugur katanya lagi, maka diambil untuk setiap kelas 7 hingga 8 quota atlet setiap nomornya.
"Beberapa atlet Jabar tidak melanjutkan pertandingan babak final. Dengan mempertimbangkan strategi kedepan dan mempertimbangkan keselamatan para atlet karena cidera tertentu,"ujarnya.
Kontingen Jawa Barat akan kembali ke Bandung pada Kamis (15/09/2023). "Kemudian mengikuti tahapan program transisi selama 7 hingga10 hari. Selanjutnya program persiapan khusus akan kembali bergulir dari hasil evaluasi yang dilakukan tim pelatih,"pungkasnya. *** (Bang)