SANG LEGEND BILIAR ADAM ABDUL RACHIM TINGGALKAN PHILIPINA UNTUK MEMBAWA HARUM BILIAR INDONESIA

BANDUNG - Pelatih cabor biliar Jabar di Babak kualifikasi (BK) PON XXI/2024  Adam Abdul Rachim nampaknya benar-benar total menggeluti olahraga bola sodok tersebut.

Sejak masih di kampung halamannya di Philipina, Adam keranjingan bermain biliar bersama rekan sekampungnya yang kemudian menjadi pebiliar legend Philipina, Everen Reyes.

“Dari umur 13 Tahun saya sudah bermain biliar. Pada sekitar tahun 90-an saya resmi menjadi warga negara Indonesia,” ujar Adam, Senin (26/9/2023).

Seiring berjalannya waktu seolah membuktikan bahwa Adam memang bukan sosok sembarangan di cabor biliar.

Kepiawaiannya dalam bermain biliar kian terasah. Hingga pada tahun 1999 Adam masuk kontingen Indonesia dicabor biliar untuk bertanding di SEA Games.

“Sebelum bertanding di multi event resmi mewakili bangsa dan negara Indonesia, saya pernah menjajal beberapa kejuaraan biliar bergengsi. Salah satunya event biliar Bali Open dan tampil sebagai juara. Begitu juga di Jakarta Internasional Turnamen, lagi-lagi saya tampil sebagai juara yang ketika itu Ketua Umum KONI Pusat dijabat Wismoyo Arismunandar dan ketua PB Pobsinya dijabat Putra Astaman,” tutur Adam.

Adam menceritakan, pada PON tahun 2000  tampil dinomor bola 9 mewaikili kontingen Jabar dan merebut medali emas. Setahun kemudian tepatnya tahun 2001 Adam diundang ke Pelatnas untuk mengikuti Seleknas. Adam pun lolos untuk tampil di SEA Games Kuala Lumpur, Malaysia. Lewat persaingan sengit, Adam merebut titel juara dan memberi kontribusi medali emas bagi kontingen Indonesia.

“Pada PON 2024 di Palembang dan PON 2008 di Kaltim, saya kembali merebut emas untuk Jabar. Pada PON 2012 di Riau saya absen ikut serta. Selanjutnya pada PON 2016 di Jabar saya tampil di nomor snooker dan dapat medali perunggu,” ujarnya.

Pada PON 2016 di Jabar adalah PON terakhir dalam kiprahnya selama ini di cabor biliar. Setelah itu Adam menekuni karirinya sebagai pelatih. Adam menilai kekuatan cabor bliar di PON XXI/2024 sudah merata. Sekarang ini banyak pebiliar muda yang kualitasnya bagus-bagus.

“Pebiliar Jabar juga kuat-kuat. Soal peluang medali emas bagi Jabar, saya belum bisa menyebutkan dari siapa medali idaman itu bisa diraih karena kekuatan pebiliar-pebiliar Jabarpun sudah merata,” katanya .

Pria kelahiran Philipina pada 24 Juli 1963. Ditanya soal ketertarikan jadi WNI, Adam mengatakan mungkin sudah jodoh.

Kini sebagai atlet biliar Adam sudah memasuki masa pensiun. Sekarang ini dalam kesehariannya Adam melatih di Pitpool Biliar Bandung. Adapun dikepengurusan Pengprov POBSI yang baru dilantik, Adam duduk di bidang perwasitan. *** (den)


Navigasi