ENSKLOPON - PON VI BATAL DIGELAR KARENA MELETUSNYA GERAKAN 30 SEPTEMBER 1965 (2)

SETELAH meletusnya Gerakan 30 September tahun 1965 (G 30 S-PKI/1965)  itu, PON VI tidak ada dalam catatan sejarah sebagai PON berikutnya digelar.

Akan tetapi, tak hanya PON yang harus dihentikan dan ditiadakan. Seluruh even, kejuaran nasional atau kejuaraan-kejuaraan cabang olahraga juga terkena imbas harus gugur dan ditiadakan dengan sendirinya.

Baru pada 1967 selama kegiatan olahraga yang lumpuh  imbas dari G 30 S-PKI perlahan dapat dipulihkan.

Sebagai catatan, sebelum meletusnya G 30 S-PKI, sempat digelar Pekan Olahraga Nasional Mahasiswa VII  (POM)  pada tangga; 1-10 September 1965 yang berjalan baik dan sesuai harapan tanpa ada kendala sedikit pun di kalangan mahasiswa pada waktu itu.

Pelaksanaan POM VII tersebut digelar di era pemerintahan Presiden Soekarno bertujuan untuk menggiatkan keolahragaan di kalangan mahasiswa karena pada itu situasi dan kondisi belum memuncak dan meninggi seperti yang dihadapi PON VI .

Para pelaku olahraga khususnya Panitia Besar PON VI Jakarta/1965  saat itu berharap, peristiwa serupa tidak terjadi di PON – PON di masa mendatang. Mereka menilai, terjadinya peristiwa G 30 S-PKI/1965 telah merusak seluruh sendi- sendi yang sangat berharga di Bumi Nasantara, salah satnya kegiatan PON.

PON VI merupakan jembatan bagi olahragawan, atlet Tana Air seperti halnya yang dirasakan pada penyelengaraan PON V 1961 yang dapat terselenggara di Bandung tahun ternyata mampu membawa atlet nasional kita mengharumkan nama baik  bangsa di arena Asian Games dan Ganefo.

Peristiwa G 30 S-PKI/1965 memang memilukan. Tetapi, para pelaku olahraga saat itu berusaha untuk mengambil hikmahnya dan berharap kelak tidak terjadi lagi setelah peristiwa serupa atau peristiwa tewasnya atlet-atlet pada saat penyelenggaraan PON pertama kalinya pada tahun 1948 sebagai  perisai yang tidak ternilai dalam pengabdiannya untuk membawa panji – panji keolahragaan dan semangat perjuangan. *** (rief/dari berbagai sumber)


Navigasi