BANDUNG - Ketua Umum Persatuan Angkat Berat Seluruh Indonesia (PABERSI) Jawa Barat Sugito menegaskan, pelatih tim angkat berat di PABERSI sudah mengantongi lisensi resmi Nasional. Lisensi pelatih merupakan keharusan cabang olahraga, untuk mengukur profesional dan kompenensi pelatih.
"Pelatih kita sudah bersertifikasi Kementrian, selain itu atlet juga kita ikutkan penataran dasar, untuk melatih di daerah. Karena atlet nanti dipinta daerah untuk melatih angkat berat, khususnya NPCI meminta dilatih oleh atlet kita," kata Sugito, di sekretariat Pengprov PABERSI, Rabu (27/9/2023).
Lanjut Sugito, setuju jika semua pelatih cabor lain pun bersertifikasi resmi. "Dan seharusnya KONI mengadakan tes sertifikasi, biar dilihat Provinsi lain dan dinilai pelatih di Jabar berbobot," imbuhnya.
PABERSI kata Sugito, akan menurunkan 5 pelatih pada pra PON. Seiring seleksi pada pelaksanaan PON nanti, jumlah tersebut bisa berkurang.
Sementara itu, Sugito bertekad ingin meloloskan semua lifternya pada Babak kualifikasi (BK) PON XXI tahun 2023 di Pringsewu Lampung, pada 19 hingga 26 Oktober 2023.
“BK di Lampung nanti akan mempertandingkan 15 nomor. Terdiri 7 Kelas Putri dan 8 Kelas Putra. Insya Allah kita bertekad untuk meloloskan semua kelas, walau atlet kita ada yang senior atau yunior. Soal kekuatan lifter kita sama,” jelas Kang Gito.
Tekad itu juga disampaikan para atlet sendiri secara langsung. Persiapan yang dilakukan selama di Pelatda berjalan baik. Para pelatih bersama para atlet bersemangat mengikuti latihan.
“Aura persiapan PON sekarang agak beda bila dibandingkan ketika di Papua. Sekarang Jabar harus menjaga asa untuk Hattrick Juara Umum. Tentu menjadi bagian tugas kami juga mengantar pak Budiana memperoleh posisi itu. Pokoknya angkat berat ingin berkontribusi untuk Jabar “Hattrick” Juara,” tegasnya.
Pada PON lalu tahun 2021 di Papua, angkat berat Jabar meloloskan 12 atlet. Sebanyak 11 Atlit mendapatkan medali rincian 8 Emas 1 Perak dan 2 Perunggu.
“Kalau di PON Sumut-Aceh. Saya tidak mau muluk-muluk. Apalagi mendahului Tuhan. Tidak. Tapi kalau dipaksa juga targetnya hanya 5 mendali emas,” ucapnya berseloroh.
Terkait dukungan induk organisasi, Sugito mengatakan bahwa selama Pelatda KONI Jabar sangat membantu.
Dia menyebutkan beberapa daerah tetap harus diwaspadai. Diantaranya Provinsi Riau, tuan rumah BK Lampung, Jambi, Sumbar, Kaltim dan Papua.
“Provinsi yang saya sebutkan tadi patut mendapat perhatian ekstra dari kita Jawa Barat. Mereka selalu bersemangat jika bertemu dengan Jabar di final. Jadi saya minta kepada para lifter kita untuk selalu waspada,” pungkas manejer tim Angkat Berat Jabar ini. *** (Adi)