BANDUNG - Jawa Barat telah meloloskan 456 atlet dari 1038 nomor pertandingan berasal dari 54 cabang olahraga yang sudah menggelar babak kualifikasi (BK) Pekan Olahraga Nasional (PON) XXI 2024 Aceh Sumut, Jabar tinggal mengikuti 31 cabor yang belum menggelar babak kualifikasi.
“Dari babak kualfikasi PON yang sudah digelar ada 54 cabor dan Jabar sudah memastikan ada 456 nomor yang sudah lolos, tersisa 31 cabor yang sedang atau yang akan menggelar babak kualifikasi,” ungkap Ketua Bidang Pembinaan dan Prestasi KONI Jabar, Arif Hardiana saat ditemui di sekretariat KONI Jabar, Jl. Padjajaran Bandung.
Arif mengatakan, hasil ini bukan menjadi patokan untuk Jabar. Mengingat provinsi lain belum mengeluarkan kekuatan aslinya, apalagi tuan rumah Aceh dan Sumut yang tidak ikut BK.
“Hasil babak kualifikasi ini bukan patokan dan bukan hasil sesungguhnya. Kita masih belum mengetahui pasti kekuatan setiap provinsi pesaing, terutama dua daerah tuan rumah PON XXI yakni Sumut dan Aceh. Terutama Sumut yang memiliki latar belakang pretasi di cabor beladiri yang juga menjadi salah satu cabor andalan Jabar,” jelasnya.
Selain itu, Arif juga mengakui jika ketersediaan anggaran saat ini belum mampu mendukung secara penuh optimalisasi pelaksanaan latihan atlet di cabang olahraga. Pihaknya berharap pengurus cabang olahraga bisa melakukan inovasi dan kolaborasi dalam menjaga performa atlet hasil babak kualifikasi PON XXI.
“Kami sangat berharap pengurus cabor ini untuk melakukan berbagai inovasi dan kolaborasi sehingga performa atlet tetap terjaga hingga waktu pelaksanaan PON XXI nanti,” kata Arif.
Arif mengatakan, cabang olahraga dan sub cabang olahraga yang sudah melaksanakan babak kualifikasi memiliki waktu kosong sekitar 3 sampai 4 bulan kedepan. Untuk itu, inovasi dan kolaborasi menjadi hal mutlak yang harus dilakukan setiap pengurus provinsi cabang olahraga.
“Salah satu kolaborasi yang bisa dilakukan yakni dengan kota dan kabupaten asal atlet untuk mendukung dari sisi pembiayaan, pelaksanaan latihan maupun hal lainnya sehingga performa si atlet bisa terjaga atau bahkan meningkat. Rencananya, kita akan memulai pelatda di awal tahun 2024 dan sebelumnya kita akan kumpulkan data lengkap terkait hasil babak kualifikasi yang tidak hanya berasal dari cabor bersangkutan tapi juga dari sumber lain sehingga lebih lengkap dan valid,” pungkasnya. *** (Ris)