KONI JABAR BERHARAP TAK ADA LAGI KEPENGURUSAN CABOR YANG BERKONFLIK JELANG RAT

BANDUNG – Tugas KONI Jawa Barat dalam mengelola keolahragaan rupanya tidak semudah membalikan tangan.

Selain, melahirkan, mencetak atlet plus mengelola keuangan bagi pembinaan di seluruh cabang olahraga, ada satu yang harus dijalankan induk olahraga di Jawa Barat dengan penuh kehati-hatian yakni perannya sebagai ‘mediator’.

Ya, mediator untuk menyelesaikan bagi organisasi cabang olahraga yang berkonflik. Maklum, kepengurusan di beberapa cabang olahraga di Jawa Barat tidak semuanya berjalan secara organisatoris.

Beragam perselisihan di berbagai kerap muncul. Yang paling  sering terjadi adalah perselisihan kepemimpinan.

Beberapa persoalan yang cukup fenomenal selama tahun 2023 dan dapat diselesaikan oleh peran KONI Jawa Barat, adalah konflik di tubuh Ju Jitsu,  Ikatan Sepeda Sport Indonesia Jawa Barat (ISSI Jabar) dan di tubuh cabang olahraga gulat PGSI Jawa Barat.

Organisasi ISSI Jabar selama berbulan-bulan harus dijalankan oleh caretaker. Pasalnya, di tengah-tengah perjalanan Ketua Umum Yudi Lasminingrat mengundurkan diri dengan berbagai alasan.

Melalui peran dan tangan kepengurusan KONI Jawa Barat, organisasi dan kepengurusan di ISSI Jabar akhirnya dapat terselesaikan dengan munculnya ketua umum baru,  Iman Firmansyah yang dipilih oleh seluruh Pengcab ISSI secara konstitusional.

Terbaru , konflik di tubuh PGSI Jabar. Masalahnya pun sama yaitu figur kepemimpinan. Melalui tangan KONI Jawa Barat pula konflik tersebut mencair karena seluruh Pengcabnya bersatu untuk memiliki pemimpinan  sesuai harapannya.

Maka melalui Musorprovlub sesuai Anggaran Dasar dan Angaran Rumah Tangga (AD/ART) di internal PGSI Jabar, persoalan kepemimpinan juga dapat terselesaikan dengan munculnya figur baru sebagai ketua umum yakni, Yoko Anggasura.

Tugas terakhir yang akan menjadi ujian cukup pelik  KONI Jawa Barat adalah menyelesaikan konflik di tubuh Federasi Triathlon Jawa Barat (FTI).

Organisasi FTI Jabar saat ini harus menunjuk caretaker agar organisasi tetap berjalan menyusul putusan sepihak dari Pengurus Pusat (PP), FTI terhadap ketua umum yang sah, Gunaryo.

 “Cara – cara kami menyelesaikan yaitu berdasarkan pengalaman  yang sudah kami lakukan,  yaitu dengan cara kekeluargaan kita bisa, Ju Jitsu misalnya dibawah ketua umumnya yang baru prestasinya di IMAG 2023 bagus, “ kata Ketua Umum Budiana menjelaskan.

Ia berharap di bulan November 2023, semua cabang olahraga clear tak ada yang berkonflik terkait perselisihan kepemimpinan.

“Sebab di bulan Desember 2023 ini kita akan laksanakan Raker. Lalu di tahun 2024, sudah siap untuk menyalurkan anggaran bagi Pelatda PON tahun. Jadi harapan kami semua guyub di organisasina masing-masing,” kata Budiana. *** (Rief) 


Navigasi