TUAN RUMAH ACEH DAN SUMUT MASIH KEKURANGAN ANGGARAN UNTUK MENGGGELAR PON XXI/2024

BANDUNG - D.I Aceh sebagai tuan rumah PON XXI/2024 ternyata tidak memiliki anggaran yang cukup untuk menyelenggarakan Pesta Olahraga Nasional Empat Tahunan yaitu PON XXI yang akan digelar dan dibuka pada 8 September 2024, mendatang.

Dilansir dari website resmi PB PON XXI/2024, Kadispora Aceh Teuku Banta mengungkapkan bahwa  daerahnya  membutuhkan dana sekitar Rp 1,5 triliun untuk menyelenggarakan PON XXI/2023. Sedangkan dana anggaran Pwendapatan Belanja Daerah (APBD) yang dimiliki Aceh hanya tersedia Rp 300 miliar sehingga membutuhkan bantuan untuk menutup kekurangan senilai  Rp 1,2 triliun.

“Pada prinsipnya kami telah merasionalisasikan kebutuhan anggaran. Kami akan meninjau kembali kebutuhan yang setidaknya bisa diatas,” ujar Teuku Banta menegaskan.

Disisi lain, Kadispora Sumatera Utara (Sum) Baharuddin Siagian juga ikut menegaskan bahwa untuk melaksanakan hajat besar sekelas PON bukan pekerjaan mudah.

“Bisa dikatakan rumit, juga tidak. Ini pekerjaan bersama. Karena itu, perlu hati-hati. Semoga kami bisa hemat dari segi keuangan,” kata Baharuddin menambahkan.

Keterbatasan anggaran bagi Aceh dan Sumut juga dibenarkan Wakil Ketua I KONI Pusat, Mayjen TNI (Purn), Suwarno. Menurut Suwarno, tuan rumah Aceh dan Sumut mempunyai keterbatasan dari segi anggaran karena APBD mereka tidak cukup untuk membiayai penyelenggaraan PON XXI/2024.

“Karena itu Presiden Jokowi meminta kita untuk melakukan penyesuaian atau rasionalisasi anggaran. Jika detailnya sudah terlihat nanti akan kami sampaikan pada Ratas berikutnya dengan presiden pekan depan,” kata Suwarno menjelaskan.

Pemerintah pusat menurutnya lagi, tentu akan hadir demi kesuksesan penyelanggaraan. Oleh sebab itu katanya,  pemerintah terus mempersiapkan fasilitas tempat untuk penyelenggaraan PON XXI.

Di Aceh, lanjutnya, dalam waktu dekat akan dilakukan renovasi 13 venue dengan dana mencapai Rp 100 miliar dan pembangunan baru 1 venue dayung. Yang mengerjakan PUPR sehingga kami yakin semuanya itu akan selesai paling lambat Juli akhir atau Agustus tahun depan pasti akan siap,” ia membeberkan.

Selain itu, usulan fasilitas lain yang masih dalam pertimbangan antara lain kolam renang, lapangan tembak dalam dan luar ruangan, stadion bulu tangkis, dan arena sepatu roda dimana  pembangunan tersebut akan dikerjakan dengan anggaran APBD Aceh.

“Harapannya karena ini sifatnya renovasi yang tidak terlalu berat maka akan selesai pada waktunya,” katanya menegaskan.

Meski begitu, Suwarno meyakini pembangunan fasilitas olahraga di Sumatera Utara akan selesai pada waktunya dengan membangun beberapa venue diantaranya Stadion Madya untuk atletik, Gelanggang Olahraga untuk bela diri.

Khusus untuk pembangunan maupun renovasi fasilitas olahraga, ujarnya akan melibatkan pemerintah kabupaten/kota masing-masing sehingga dapat dipastikanPON XXI/2024 akan digelar sesuai waktu dan jadwalkan yang telah ditetapkan yaitu pada tahun depan.

“Dilihat dari dua kesiapan ini tidak ada alasan PON tidak dilaksanakan dan kita yakin bahwa PON akan dilaksanakan tahun depan,” kata Suwarno lagi.

Sedangkan, untuk atlet dan ofisial yang meliputi transportasi, akomodasi dan konsumsi ketentuanya ditanggung 50 persen dari masing-masing kontingen sehingga  akan meringankan beban pemerintah daerah.

Akan tetapi,Suwarno mengakui bahwa kendala yang dihadapi adalah terkait penyusunan anggaran. Oleh karenanya, ia mengaku lagi, belum bisa menyampaikan indek, misal, indek untuk hotel, transportasi, honor.

"Untuk itu, kami menyerahkan kepada tuan rumah PON XXI/2024," katanya singkat.

Semua yang dipaparkan diatas merupakan hasil  Rapat Terbatas dengan Presiden  Joko Widodo yang  menunggu hasil rasionalisasi anggaran penyelenggaraan even empat tahunan itu.

“Kegiatan ini berawal dari rapat terbatas (ratas) dengan Presiden Jokowi, Senin (9/10). Beliau minta evaluasi atau rasionalisasi anggaran,” katanya saat digelar  Bimbingan Teknik (Bimtek) di Hotel Kimaya, Jakarta, Kamis, 12 Oktober 2023.

Dalam Bintek PON XXI Aceh-Sumut, juga dihadiri Kepala Dinas Olahraga Kadispora) Sumatera Utara Baharuddin Siagian, Kadispora Aceh Teuku Banta, Indonesia Anti Doping Organization (IADO), Pengawas dan Pengarah (Panwasrah) KONI Pusat dan Dirjen Kementerian Dalam Negeri.

“Kami membaca saat laporan di Kemenpora bahwa Aceh dan Sumut belum bergerak. Karena ini disinilah kita memberikan bimbingan dan arahan agar pelaksanaannya bisa berjalan lancar. Terutama menyangkut anggaran yang disampaikan oleh masing-masing bidang,” ujar Suwarno.

PON XXI 2024 rencana akan dibuka di Aceh pada 8 September dan ditutup di Sumatera Utara pada 10 Oktober 2024. Ini kali pertama dalam sejarah PON digelar di dua provinsi. *** (Arief)


Navigasi