KONDISI PEGULAT JABAR DIO MEMBAIK USAI MENGALAMI CIDERA DI BK PON XXI

BANDUNG - Kondisi atlet gulat Muhammad Laudio Apriandika Bambang yang dirawat di Rumah Sakit Mayapada terus membaik dan mengalami peningkatan.

Seperti diketahui Dio baru saja pulang berjuang pada Babak Kualifikasi (BK) PON beberapa waktu lalu di GOR Ciracas, Jakarta Timur.

Bermain di kelas 126 kg gaya bebas, Dio meladeni para pegulat-pegulat tangguh dari Banten, Jawa Tengah, Papua dan Sumatera Selatan.

Menurut pelatih Gulat Jabar, Bambang Erawan pada Senin (20/11/2023), sebelum pertandingan dengan pegulat Sumatera Selatan, Dio kakinya memang sudah bermasalah. Tapi dipaksakan main demi merebut tiket ke PON,"kata Bambang

Jadi dari empat kali pertemuannya dengan lawan-lawannya untuk memperoleh medali perunggu kata Bambang yang juga ayah kandungnya,  Dio menang dua kali dari pegulat Banten dan Papua. Hanya kalah dari pegulat Sumsel dan Jateng yang akhirnya merebut medali emas.

Dio yang merupakan mahasiswa Jurusan Pendidikan Kepelatihan Olahraga FPOK ini berhasil merebut tiket PON XXI Sumut-Aceh 2024 dengan perjuangan yang luar biasa.

Saat pulang ke Bandung usai pelaksanaan BK,  Dio pun sudah memakai tongkat. Bahkan saat turun di kendaraan pun Dio harus digendong rekan satu timnya.

"Ini sudah resiko Kang. Apa pun harus dihadapi demi Jawa Barat. Saya sudah siap mempertaruhkan jiwa dan raga saya.  Dan saya sudah siap untuk itu,"ucap Dio saat kepulangannya dari pelaksanaan BK di Gedung KONI Jabar waktu itu.

Selaku orang tua, kata Bambang dirinya memang sempat panik. Apalagi saat menyaksikan anak bertanding melawan yang sebenarnya bukan kelas Dio.

"Harusnya Dio main di kelas 97 kg. Tapi pelatih Korea yang meminta Dio naik kelas ke 126 kg,"ujar Bambang yang juga mantan atlet gulat Nasional kelas 86 kg.

"Sekarang Dio sudah ada di kamar perawatan Rumah Sakit Mayapada. Mohon doanya mudah-mudahan lancar untuk tindakannya besok pagi," harap Bambang. *** (Bang)


Navigasi