CABOR KURASH RESMI DIPERTANDINGKAN DI PON XXI/2024

BANDUNG – Meski terbilang cabor baru namun Kejuaraan Nasional (Kejurnas) dan Babak Kualifikasi (BK) PON 2024 cabang olahraga (cabor) kurash diiikuti sebanyak 197 atlet yang berasal dari 23 provinsi. Ada 12 nomor yang diperlombakan di ajang Kejurnas dan babak kualifikasi cabor kurash tersebut.

Ke-12 nomor pertandingan itu terdiri dari masing-masing lima nomor tarung putra dan putri, serta dua nomor seni putra dan putri. Nantinya, hanya ada 72 atlet terbaik alias peringkat 1-6 di setiap nomor yang akan lolos ke PON 2024 Aceh-Sumut.

Adapun proviinsi-provinsi yang mengirim kontingennya adalah Jawa Barat, Riau, Sumatera Selatan, Jambi, Sumatera Barat, Bengkulu, Lampung, Banten, DKI Jakarta, Yogyakarta, Jawa Timur, NTB, Sulawesi Selatan, Sulawesi Tengah, Gorontalo, Kalimantan Selatan, Bali, Kalimantan Utara dan Kalimantan Timur,

Ketua Umum Federasi Kurash Indonesia (Ferkushi), Mayjen (Purn) Abdul Hafil Fuddin mengatakan, Kejurnas dan babak kualifikasi PON XXI/2024 merupakan tolok ukur pembinaan prestasi atlet kurash di Tanah Air. Hebatnya, turnamen ini dipantau langsung oleh 4 delegesi Federasi Kurash Uzbekistan, yakni Kolandarov Djalaladin, Khajiec Khusnud, Odambaev Sanatbek, dan Palvanov Artik.

Lantas apa itu cabor Kurash ? Kurash adalah jenis olahraga beladiri yang memiliki gerakan dasar saling membanting dengan mengaitkan baju khusus. Olahraga kurash berasal dari wilayah Tatarstan, Asia Tengah atau yang sekarang dikenal dengan wilayah Uzbekistan.

Kurash memiliki teknik beladiri yang mirip dengan judo dan gulat. Bedanya, kurash hanya boleh menggunakan bantingan atas dengan tangan dan tidak boleh bantingan bawah atau menggunakan kaki. Di Indonesia cabang olahraga kurash untuk pertama kali dipertandingkan pada Asian Games 2018 Jakarta - Palembang.

Saat itu Indonesia sebagai tuan rumah wajib ambil bagian dalam cabang olahraga baru ini. Hal itu juga akan berlaku untuk NTB saat menjadi tuan rumah PON XXII tahun 2028 nanti.

Secara nasional, PB Ferkushi sudah banyak melaksanakan agenda penting. Seperti Kejurnas kurash untuk seleksi atlet nasional dan berpartisipasi dalam SEA Games 2019 di Manila.

Selain dalam ajang multi event tingkat Asia dan Asia Tenggara, kurash Indonesia juga pernah mengikuti kejuaraan World Martial Arts Masterships tahun 2019 di Chungju, Korea Selatan.

Untuk meningkatkan prestasi cabang olahraga kurash di Indonesia, PB Ferkushi terus melakukan pembinaan dengan mengadakan pendidikan dan pelatihan.

Kepengurusan Ferkushi di Provinsi juga terus bertambah dan ditargetkan tahun 2023 seluruh provinsi di Indonesia sudah ada kepengurusan Ferkushi. Cabor ini pun sudah melaksanakan eksebisi di PON XX Papua dan siap dipertandingkan secara resmi di PON XXI tahun 2024. *** (den)


Navigasi