WUJUDKAN JABAR HATTRICK PON, POSISIKAN ATLET SEBAGAI VVIP

BANDUNG - Pengamat Olahraga Yudi Diharja mengatakan, ada beberapa hal yang harus diperhatikan KONI Jawa Barat, dalam upaya mewujudkan Jabar hattrick Juara Umum PON di Sumut dan Aceh mendatang.

Pertama kata Yudi, adalah kerja keras dari setiap cabor, karena tidak ada hasil tanpa adanya perjuangan keras. Kemudian adalah kerja efektif. Artinya segala strategi pemenangan termasuk pemetaan lawan yang efisien dan akurat, sebagai bahan pengukur kekuatan agar dapat meraih kemenangan.

“Liat nih mana yang kejangkau prestasi kita. Kelebihan kita apa, kelebihan lawan apa. Latihan juga harus diimbangi, kalau lawannya ini, kira-kira bagaimana harus menghadapinya. Sesuai dengan analisis watch dan kompak,” ucap Yudi di Bandung, Senin (27/11/2023).

Yudi juga menambahkan, paling krusial yang harus dilakukan dan diperhatikan adalah memposisikan atlet sebagai tamu VVIP.

“Jangan pernah ambil hak atlet. Itu modal,  kita harap dia (atlet) suruh main bagus,  tapi haknya kita ambil. Bagaimana dia main bagus?. Saya dua kali jadi menajer di Porda dan di PON, itu bener-bener total seperti itu. Atletnya juga merasa puas karena kita juga jor-joran,” tegas dia.

Dengan menempatkan atlet sebagai VVIP, menurut Yudi, atlet pun dapat melakukan tanggung jawabnya untuk meraih prestasi, setelah segala haknya terpenuhi.

Sedangkan terkait hasil seleksi cabor Jabar di BK PON yang cukup gemilang, Yudi mengatakan prestasi di BK PON jangan dibuat menjadi takabur. Kondisi berbeda dapat terjadi di lapangan nanti pada gelaran PON 2024. Yudi berpesan, dengan prestasi gemilang di BK PON, cabor dapat mempertahankan kondisi terbaiknya.

“Tetap jaga, tetap kerja keras dan pantau kekuatan lawan. Selama masa itu juga segala kebutuhan atlet terpenuhi secara benar, jangan coba-coba ada yang macam-macamlah,” pungkasnya.

Sementara rival yang harus diperhitungan, dikatakan Yudi, tuan rumah PON 2024 harus diwaspadai, selain daerah lainnya yang merupakan saingan berat Jabar, seperti  diantaranya DKI Jakarta dan Jawa Timur.

Yudi juga mengatakan, daerah tuan rumah memilikii keunggulan di beberapa cabor. Selain itu juga, gengsi sebagai tuan rumah dan harus memang, merupakan salah satu hal yang juga harus diwaspadai Jawa Barat.

“Nomor pertandingan, misalkan tidak dipertandingkan gara-gara tuan rumahnya ga mau. Atau yang dipertandingkan tuan rumah pengen dapat lebih. Harus diwaspadailah,” ujar dia. *** (Adi)


Navigasi