BANDUNG - PON II digelar 21 sampai 28 Oktober 1951. Pada PON II ini dipertandingkan sebanyak 18 cabang olahraga yang sudah populer di kalangan masyarakat.
Ke-18 cabang olahraga tersebut meliputi, Atletik Putra/Putri sebanyak 19 nomor, Renang Putra/Putri 6 nomor, Angkat Besi 4 nomor, Anggar Putra 6 nomor, Basket Ball Putra/Putri, Rounders Putri, Panahan, Bola Volley Putra/Putri, Hockey, Menembak 3 Nomor, Bola Keranjang, Kasti Putra/Putri, Pencak, Bulutangkis 3 Nomor dan Sepakbola.
Selain sudah dikenal di kalangan masyarakat pada waktu itu, ke-18 cabang olahraga yang dipertandingkan di PON II/1951 di Jakarta adalah cabang-cabang olahraga yang sudah masuk kalangan nasional maupun internasional.
Cabang olahraga kasti, Rounders dan Pencak pada waktu itu adalah cabang-cabang olahraga yang sudah dikenal dan digemari oleh kalangan masyarakat di Tanah Air.
Pada tahun 1951 Kota Jakarta tak semodern Jakarta pada masa kini. Kala itu, Kota Jakarta sebagai Ibu Kota Republik Indonesia belum memiliki venue semegah seperti Senayan.
Pada saat itulah dibangun sebuah stadion untuk pusat kegiatan olahragaa khususnya pelaksnaan PON II/1951 yang dapat menampung ribuan orang penonton kemudian dikenal dengan nama Stadion IKADA yang terletak di kawasan di Lapangan Merdeka.
Stadion IKADA pada waktu itu dibangun dan berdiri dengan megah. Stadion ini sebelum dibangun adalah bekas tribun pacuan kuda di zaman kolonial yang sudah tidak terpakai selama sembilan tahun
Tribun Stadion IKADA ini dapat menampung sebanyak 20 ribu hingga 25 ribu penonton. Dengan berdirinya Stadion IKADA, beberapa cabang olahraga sekaligus dapat dipertandingkan di stadion tersebut.
Untuk cabang olahraga renang dan polo air di pertandingkan di venue tersendiri yaitu di Kolam Renang Manggarai. Sebab, pada waktu itu, kolam renang Cikini sudah berubah menjadi pusat perkantoran dan beberapa cabang olahraga lainnya tersebar di beberapa tempat. *** (Rief)