BANDUNG - PGSI Jawa Barat akan melakukan Selekda (Seleksi Daerah) besar-besaran yang akan digelar pada tahun depan, tepatnya 24- 25 Februari 2024 di GOR Gulat, Jalan Pajajaran, Kota Bandung.
Selekda tersebut, dilakukan PGSI Jawa Barat bukan sekedar mengisi program awal tahun. Selekda menjadi cara PGSI Jawa Barat membuka kesempatan bagi seluruh Pengurus Cabang PGSI (Pengcab) menampilkan hasil binaannya, terutama memotivasi para atlet senior dan junior yang saat ini sudah masuk bak data PGSI Jawa Barat.
Tiga nomor klasik dengan beberapa kelasnya akan menjadi parameter dalam proses Selekda. Yakni, Greco Roman (GR) yang meliputi kelas, 60, 67, 77, 87, 97 dan 130 kg. Gaya Bebas Putra meliputi kelas, 57, 74, 86 dan 97 kg. Gaya Bebas Putri masing-masing kelas, 53, 68 dan 78 kg.
Mereka yang berhasil terjaring dan lolos seleksi otomatis akan masuk ke dalam program PGSI Jawa Barat proyeksi PON XXI/2024 di Aceh dan Sumut sekaligus menjaring atlet di tingkat senior untuk dimasukan ke dalam program Pelatda PON XXI/2024.
PGSI Jawa Barat sebagai pelaksana berharap seluruh Pengcab di Jawa Barat mendaftarkan para atlet binaannya selambat-lamnbat 1 - 20 Februari 2023. Sementara mereka yang layak mengikuti Selekda para atlet muda maksimal berusia 17 tahun. Sedangkan, untuk setiap Pengcab diberi kesempatan mendaftarkan lebih dari satu orang atlet.
Ketua Umum PGSI Jawa Barat, Yoko Anggasurya, berharap dari proses Selekda tersebut lahir atlet-atlet baru binaan Pengcab Kota/Kabupaten yang nantinya menjadi aset bagi Jawa Barat di cabang olahraga gulat.
"Kami yakin, di seluruh Pengcab Kota/Kabupaten banyak potensi atlet gulat, jadi tidak ada salahnya melalui Selekda nanti akan kelihatan daerah mana yang betul-betul berpotensi sehingga Jawa Barat kembali menjadi basis gulat seperti yang dulu," kata Yoko menjelaskan.
Melalui Selekda itulah, katanya menambahkan, akan ada persaingan sehat diantara sesama pembina dan khususnya di tingkat atlet itu sendiri.
"Jadi, untuk atlet senior jangan harap bisa berleha-leha karena dari hasil Selekda nanti boleh jadi dan kemungkinan akan lahir atlet-atlet yang memang lebih berpotensi sehingga bisa saja menggeser atlet - atlet yang sudah ada," kata Yoko memungkasi. *** (Rief)