SELURUH CABOR MENDAPAT PENGAWALAN KONI JABAR DALAM MENJALANKAN PROGRAMNYA

BANDUNG - Bidang Pembinaan dan Prestasi KONI Jawa Barat (Binpres) akan mengawal seluruh cabang olahraga (cabor) dalam melaksanakan program latihannya.

Hal ini dilakukan untuk memantau perkembangan kualitas dan kemampuan atlet yang diproyeksikan menuju PON XXI/2024 di Aceh dan Sumut.

"Itu menjadi tugas Binpres untuk mengawal seluruh cabor berikut atlet-atletnya. Khususnya dalam proses latihan sehingga kami pun bisa melayani semua kebutuhan mereka baik atlet maupun pelatihnya. Saya dengan cara ini akan berhubngan dengan perkembangan atlet itu sendiri," kata Ketua II Bidang Pembinaan  Prestasi KONI Jawa Barat, Yunyun Yudiana menjelaskan.

Karena itu, Yunyun menyerukan kepada seluruh cabor yang akan tampil di PON nanti untuk mengadu kualitas di masing-masing cabang olahraga itu sendiri.

"Sepertinya  dilakukan sekarang adalah adu kualitas latihan. Jadwal Pelatda kita pastikan selesai  di bulan September dan dipertengahan Agustus kita pastikan ada beberapa  atlet dan cabornya  yang  sudah diberangkatkan ke lokasi pertandingan, apakah di Sumut atau  di Aceh," kata Yunyun.

Menurutnya, mereka yang diberangkatkan lebih awal adal cabor-cabor yang bertanding yang ada hubungannya dengan situasi alam agar lebih lama dalam melakukan proses aklimatisasi.

“Seperti  cabor arung jeram, paralayang, layar dan cabor lain yang memang nantinya akan berbubungan dengan alam. Jadi, untuk cabor-cabor ini  sebulan sebelum PON XXI digelar mereka harus ada di lokasi pertandingan. Jadi faktor alam sebagai media yang akan kompetitif dan cenderung harus lebih awal datang, kami sudah mendapat laporan saat desk, hampir 50 persen cabor yang bergantung pada alam akan berangkat lebih awal,” kata Yunyun memaparkan.

Seperti diketahui, KONI Jawa Barat telah menyerukan kepada seluruh cabor untuk memulai latihan sebagai program Pelatda per tanggal 11 Januari 2024.

Menurut Yunyun, hanya beberapa cabor saja yang telah melaksanakan pelatihan terpadu. Sebagian lagi masih ada yang belum siap.

"Alasannya, tak semua cabor bisa memulai latihan yang diserukan KONI Jabar yaitu pada tanggal 11 Januari, kalau kondisinya seperti itu, terpenting atletnya tetap bisa melaksanakan latihan,” ujarnya memungkasi. *** (Rief)


Navigasi