BANDUNG - Meningkatkan prestasi cabor Karate di Kota Bandung, bukan merupakan perkara mudah. Banyak faktor yang harus dibenahi, belum lagi masalah aturan baru yang tidak membatasi usia atlet dalam kompetisi.
"Kalau dari sisi prestasi ya mungkin impian kita menjadi juara umum di Porda. Cuman ini jujur, bukan hal yang mudah. Apalagi sekarang ada aturan baru, tidak ada batasan usia,"ucap Ketua Umum Pengurus Cabang (Pengcab) Federasi Olahraga Karate-Do Indonesia (Forki) Kota Bandung Agung Satrianegara, Selasa (5/3/2024).
Permasalahan lainnya menurut Agung adalah, minimnya anggaran pembinaan prestasi. Meski demikian, Forki Kota Bandung berupaya tetap menjalankan program pembinaan prestasi atletnya.
Ia juga mengatakan, Forki berupaya untuk menambah anggaran yang diberikan KONI Kota Bandung, dengan menggaet pihak ketiga. Namun, hal itu belum dapat memecahkan masalah.
"Kita masih mengandalkan bantuan KONI. Memang jujur, kita itu susah banget menggaet sponsor, orang tua asuh. Karena itu kembali, sponsorkan berpikirnya bisnis, apa timbal baliknya. Padahal karate ini olahraga masal ya,"jelas dia.
Agung juga berharap, dukungan pihak ketiga untuk karate dapat terwujud kedepannya. Ia menyadari, masa pandemi yang meluluh lantakan sendi perekonomian terutama perusahaan, menjadi salah satu penyebab kurangnya perhatian pihak ketiga.
Ia juga berharap, dengan pulihnya perekonomian paska pandemi, dapat mendorong even kompetisi karate di Kota Bandung maupun Jawa Barat. Antusias masyarakat, atlet muda untuk mengikuti kompetisi sangat tinggi.
"Ya dananya masih belum ideal. Tapi daripada heunteu (daripada tidak). Prestasi kan harus berjalan terus,"ujar dia.
Ia menambahkan, visi dan misi Forki Kota Bandung adalah mengedepankan potensi atlet junior. Namun aturan baru yang tidak membatasi usia atlet dalam kompetisi, menjadi salah satu kendala. Sehingga potensi atlet yunior akan tertutup oleh atlet senior.
Agung juga berharap pemerintah Kota Bandung dapat memfasilitasi Forki, untuk memecahkan permasalahan yang menghambat pembinaan atlet.
"Banyak jalan sih sebenarnya. Bukan hanya berbicara masalah nominal. Karena atlet-atlet muda ini mudah dibentuk,"tutup dia. *** (Adi)