DILATIH PETARUNG DUNIA, 15 ATLET MUAYTHAI JABAR KE THAILAND

SUBANG  - Jelang PON XXI Aceh -Sumatera Utara tahun 2024, tim tarung Muaythai Jawa Barat berguru ke Thailand. Sebanyak 15 atlet, mengikuti try out di Negeri Gajah Putih tersebut.

Ketua Pengprov Muaythai Jawa Barat Evi Silviadi SB mengatakan, porsi latihan atlet Muaythai Jawa Barat ditambah. Dari sebelumnya empat jam perhari, di Thailand mereka digodok hingga delapan jam.

"Biasanya kita berlatih di sini hanya dua jam pagi hari dan dua jam sore hari.  Itu di sana kebetulan berlatih di salah satu camp Muaythai terbesar di Thailand yang menghasilkan petarung dunia. Mereka (atlet) itu di momong oleh para petarung dunia. Diajarin dengan baik dan ditambah intensitas latihannya cepat, empat jam pagi hari, empat jam sore hari,"jelas Evi Rabu (3/7/2024).

Meski kaget dengan ritme latihan yang sangat tinggi, menurut Evi, atlet Muaythai dapat menyesuaikan diri. Mengingat fisik dan mental susah dipersiapkan sebelum berangkat ke Thailand. Penyesuaian di Thailand hanya satu hingga dua hari, dan para atlet pun antusias serta bersemangat mengikuti latihan di Thailand.

Selain 15 atlet petarung Muaythai Jabar, menurut Evi pihaknya juga mengikutsertakan empat orang pelatih. Para pelatih tersebut dapat menimba ilmu, bagaimana membuat program maupun melatih petarung Muaythai.

"Kenapa ada pelatih di sana (Thailand), untuk menyerap latihannya yang ada disana. Sehingga ke depan kita bisa lebih mudah,"ucapnya.

Sementara mengenai kendala selama tryout di Thailand, Evi mengatakan para atlet sempat terkendala soal makanan dan vitamin. Masalah makanan akhirnya bisa terselesaikan, namun untuk asupan vitamin dinilai masih kurang.

"Intensitas latihan yang tinggi membutuhkan vitamin yang aman dan lebih, itu masalahnya. Kedua memang nutrisi makanan yang harus lebih. Vitamin harus sesuai dengan pola latihan. Itu yang sedang dipikirkan, vitamin yang aman dari doping,"ujarnya.

Evi juga mengungkapkan, tryout di Thailand idealnya berlangsung dua bulan. Dengan demikian, latihan yang didapat para atlet dapat lebih maksimal.

Di Thailand menurut Evi bukan hanya tim Jabar yang melakukan tryout, namun tim rival lainnya seperti diantaranya DKI Jakarta dan Jatim.

"Idealnya kita dua bulan. Kalau misalnya di satu bulan program intensitasnya tingginya kurang memenuhi. Kalau misalnya intensitasnya dua bulan di sana lalu kembali ke sini, misalnya di sana latihan empat jam kembali ke sini dua jam tapi kecepatan di tambah . Ini cukup kuat biasa,"jelasnya.

Evi pun berencana melakukan komunikasi dengan KONI Jawa Barat untuk penambahan waktu tryout di Thailand. Menurutnya KONI dan Pengprov Muaythai Jabar bisa berbagai beban, sehingga program tryout di Thailand bisa berjalan.

Evi optimis, potensi raihan medali cabor Muaythai di PON XXI sangat besar. Apalagi berkaca dari perolehan medali di PON XXI Papua lalu. *** (Adi)


Navigasi