LAGA PENENTUAN JUARA PON XXI, POLO AIR JABAR AKAN HADAPI DKI JAKARTA DI FINAL

MEDAN - Tim polo air putra Jawa Barat akan menghadapi laga penentu menghadapi DKI Jakarta untuk memperebutkan medali emas terakhir, pada cabang olah raga polo air PON XXI/2024 Aceh - Sumut yang akan berlangsung di kolam renang Selayang, Medan, Minggu 8 September 2024.

Pertemuan ini menjadi ulangan final di PON XX/2020 Papua, dimana saat itu Jabar mengalahkan DKI Jakarta. Hingga pertadingan ketika, tim Jabar belum terkalahkan, terakhir Riki Hermawan dan kawan-kawan menang telak dari Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) 22-4, pada Sabtu 7 September 2024.

Jika bisa kembali mengalahkan DKI Jakarta di pertandingan nanti, maka ini akan menjadi sejarah baru untuk polo air Jawa Barat karena bisa menyandingkan medali emas PON, setelah sebelumnya tim putri mendapatkan emas setelah mengalahkan Jakarta.

Manajer tim polo air Jawa Barat Tendy Suwarman mengatakan, secara kekuatan tim polo air Jabar tidak mengalami perubahan besar karena saat ini sembilan atlet yang ikut sebelumnya jua bermain ketika PON Papua.

“Dari 13 atlet di tim polo air putra Jabar saat ini sembilan atlet merupakan atlet-atlet yang meraih medali emas PON XX di Papua 2021. Secara teknik mulai speed, power, dan endurance, tim Jabar diatas DKI. Tinggal faktor non teknis (kepercayaan diri dan mental untuk Juara/ Menang) yang harus ditingkatkan,” kata Tendy.

Sementara itu pelatih tim polo air Jawa Barat (Jabar), Rangga Wisnu Wardhana memuji kekompakan timnya setelah meraih kemenangan telak 22-4 atas DIY. Menurutnya, kemenangan besar ini tidak lepas dari soliditas dan kerja sama yang ditunjukkan oleh seluruh pemain.

"Kami sangat bangga dengan performa tim hari ini. Kekompakan dan kerja sama antar pemain benar-benar menjadi kunci. Semua berjalan sesuai dengan strategi yang telah kami rancang,"ujarnya.

Rangga menambahkan para pemainnya mampu menjaga fokus dan disiplin sepanjang pertandingan, meski sudah unggul jauh. "Mereka tetap tenang, tidak lengah, dan terus menekan lawan. Ini menunjukkan kedewasaan tim dalam menghadapi tekanan dan menjaga performa," ungkapnya. (ISU) ***


Navigasi