KUDUS — Kontingen taekwondo Jawa Barat memastikan diri sebagai juara umum cabang olahraga taekwondo pada Pekan Olahraga Nasional (PON) Beladiri 2025 di Kudus yang berlangsung, 11 – 26 Oktober 2025. Berdasarkan data resmi panitia, Jawa Barat menutup pertandingan dengan torehan 10 medali emas, tanpa perak, dan 4 perunggu, total 14 medali.
Capaian tersebut menempatkan Jawa Barat di puncak klasemen akhir, mengungguli Jawa Tengah yang meraih 4 emas, 6 perak, dan 9 perunggu (total 19 medali), serta DKI Jakarta di posisi ketiga dengan 3 emas, 4 perak, dan 4 perunggu (total 11 medali).
Ketua Umum Pengprov Taekwondo Indonesia (TI) Jawa Barat, Divi, mengungkapkan kebanggaannya atas perjuangan seluruh tim. “Atlet dan pelatih bersama offisial lainnya saling mengisi dan memantapkan target untuk memuluskan langkah merebut podium terbaik, yaitu juara umum,” ujarnya.
Divi juga menyoroti banyaknya wajah baru yang tampil di PON Beladiri kali ini. “Banyak muka-muka baru yang menunjukkan semangat luar biasa. Ini menjadi sinyal positif bagi regenerasi taekwondo Jawa Barat,” katanya.
Meski demikian, Divi tetap mengingatkan pentingnya evaluasi berkelanjutan bagi para pelatih dan atlet. “Saya tetap ingatkan kepada pelatih untuk terus melakukan evaluasi agar prestasi ini bisa dipertahankan dan ditingkatkan. Selamat atas capaian luar biasa ini, saya sangat bangga,” tegasnya.
Namun, ia juga mengingatkan agar seluruh tim tidak cepat berpuas diri dan terus meningkatkan kualitas. “Jangan merasa puas, karena ini baru salah satu jembatan menuju event-event ke depan. Dengan hasil ini kita jangan sampai lupa diri. Rasa puas diri justru harus diganti dengan semangat berbenah dan kerja keras,” tegasnya.
Keberhasilan ini sekaligus menegaskan kekuatan pembinaan taekwondo di Jawa Barat yang konsisten melahirkan atlet potensial. Taekwondo juga menjadi salah satu penyumbang medali terbanyak bagi kontingen Jawa Barat di PON Beladiri 2025. ***