BANDUNG - Bidang Hukum KONI Jawa Barat berjanji akan mengawal dengan ketat para atlet yang berlaga di arena PON XX Papua.
Hal tersebut ditegaskan salah seorang pengurus dari Bidang Hukum KONI Jawa Barat Deni Hidayatulloh dalam pers konfrens bersama tim humas KONI Jabar, Sabtu (25/09/2021).
"Payung hukum seluruh Indonesia saat ini sudah sangat mumpuni. Apalagi sudah lahirnya UU No. 3 tahun 2005. Semua sudah diatur. Termasuk sudah adanya pengadilan terkait terjadi sengketa soal olahraga yaitu Badan Admitrase Olaraga Republik indonesia (BAORI),"kata Deni.
Sebelum sampai ke BAORI pun kata Deni, sebenarnya tiap cabang olahraga juga sudah diatur oleh peraturan yang disebut Technical Hand Book (THB). Di THB itu kata Deni semua sudah diatur demi tertibnya penyelenggaraan pesta olahraga sekelas PON ini.
"Semua sudah diatur. Mulai dari skema pertandingan penilaian dan perwasitan serta batas usia. Jadi semua sudah sangat rapi. Dan semua aturan yang ada di THB tidak bisa diintervensi oleh siapa pun,"katanya.
Menurutnya, jika dalam sebuah pertandingan terjadi ketidakpuasan dari cabang olahraga, yang bersangkutan jelas Deni bisa membawanya ke dewan hakim. Kalau pun gagal bisa naik ke ranah dewan hakim pusat
"Terkadang ada saudara kita yang membawa persengketaan cabor ke PTUN yang seharusnya dibawa ke BAORI. Ini salah kamar. Atau barangkali tidak mengerti,"sebut Deni.
Terlepas dari semua itu, selaku pengurus KONI yang bertugas di Bidang Hukum, Deni menegaakan dirinya dengan pengurus bidang hukum lainnya akan mengawal para atlet Jabar dari terjadinya persengkataan terkait hukum Olahraga.
"Ini sudah tugas kami dan akan mengawal setiap apa pun persoalan yang menimpa atlet Jawa Barat,"ucapnya.
Pengawalan dan pengawasan yang dilakukan bidang hukum KONI Jabar di Papua tidak hanya melulu terkait sengketa olahraga. Namun kata Deni persoalan doping pun menjadi keseriusan bidang hukum untuk.mendampingi atlet. Oleh karena itu katanya, bidang hukum selalu bekerja sama dengan tim Medis.
"Kami selalu.berkoordinasi dengan tim medis. Guna menghindari hal-hal yang tidak diinginkan terkait pemberian, obat dan lain-lainnhya kami juga komunikaaikan. Kita tidak.mau atlrt susah berjuang dan berdarah-darah serta memetik hasil, ujung-ujungnya terkena doping,"jelas Deni. (KONI Jabar)