SENTANI - Dari PON ke PON perolehan medali kerap menjadi perbincangan yang paling menarik termasuk PON XX/2021 yang sedang berlangsung di Papua saat ini.
PB PON yang seharusnya menjadi rujukan atau acuan utama justru sering berbeda dengan kontingen dalam hal penghitungan perolehan medali per harinya.
PB PON kah atau Kontingen yang harus dijadikan acuan utama dalam perolehan medali? Kepala Bidang Pusat Pengolahan Data KONI Jawa Barat (Puhlata) Gunaryo menjelaskan, KONI Jawa Barat saat ini memiliki sistem penghitungan medali terlengkap dan akurat dari yang lain.
Menurut Gunaryo, sistem kerja KONI Jawa Barat dalam mengupdate perolehan medali yakni dengan menempatkan tim di setiap venue cabang olahraga sehingga akurasi, ketapatan dan kecepatannya bisa dijadikan garansi dan dipertanggung jawabkan.
"Menyesuaikan potensi di Papua saat ini, untuk mengakses dan mendata, disini (Papua) kami membuat posko pengolahan data dan tim pemenangan yang dikerjakan oleh tim sebanyak lima orang. Lalu di setiap cabor pertandingan kita tempatkan tim juga untuk membuat dan melaporkan setiap data sehingga kita punya akses dimana akurasi datanya lebih lengkap," kata Gunaryo, memaparkan.
Karena itu tegas Gunaryo, dari cara kerja Pulahta KONI Jawa Barat di arena PON XX tersebut data dan nomor apa saja bisa diakses dengan cepat terutama dalam perolehan medali. "Maka dari itu, kami bisa jamin seratus persen laporan yang masuk adalah akurat dan lengkap," katanya menambahkan.
Seperti diketahui kejar - kejaran perolehan medali pada klasemen arena PON XX saat ini terus berlangsung. Jawa Barat, Papua dan DKI Jakarta masih bersaing ketat dalam perolehan medali di posisi tiga besar.
"Untuk memperoleh data akurat, kita pun tidak hanya berkomunikasi dengan tim kami di setiap cabor, kami pun konfirmasi kepada panpelnya maupun PB PON, sehingga data yang kita terima bisa dipertanggung jawabkan," ujarnya.
Gunaryo memaklumi kontingen lain menerapkan penghitungan lain sebagai strategi dalam upaya menyemangati cabang olahraga lain dan para atletnya. Akan tetapi katanya, apa yang sudah dilakukan KONI Jawa Barat, Gunaryo kembali menegaskan, apa yang ditampilkan sudah tervalidasi.
"Kalau memang ada perbedaan penghitungan perolehan medali oleh PB dan Kontingen karena memang sistemkerja rekapitulasi berbeda," katanya mengungkapkan.
Jadi dengan sistem kerja yang berbeda dalam hal penghitungan, Jawa Barat lebih transparan dan berani dalam mengupadate perolehan medali.
"Sebab, itulah hasil kerja keras tim kami, hasil kerja keras atlet kita bisa update langsung, dijamin lebih akurat karena.data asli dari venue, sehingga untuk kontingen dan atlet lebih semangat karena langsung disebarkan," katanya.
Per Kamis, 7 Oktober 2021 hingga pukul 10:00 WIB, pendistribusian medali PON XX sebanyak 280 dari.681 yang diperebutkan. Menurut Gunaryo, jika merujuk PON Riau 2012, lalu, Jawa Barat bisa menjadi juara umum. jika sudah melampui diatas 20 persen.
"Saat ini masih 18,3 persen medali yang sudah diperoleh Jawa Barat, kita masih kaji bersama - sama," ujarnya.
Gunaryo mengaku, sepekan berlangsungya PON XX, tim Pulahta KONI Jawa Barat tidak mengalami hambatan yang signifikan. "Sebelum PON berlangsung kita sudah berada di Papua, kita pelajari potensi disini seperti apa, sudah hampir dua minggu disini terbukti tidak ada kendala, karena persiapan kita cukup bagus, untuk masalah hacker tidak dipungkiri kemungkinan ada, tapi sampai saat ini tidak ada yang fatal," ucapnya.
"Saya kira dalam PON ini Jawa Barat memang yang paling siap, kita paling lengkap dalam dalam hal data, skoring juga ada, sehingga web kami pas untuk jadi rujukan perolehan medali," ia menambahkan. (KONI Jabar)