MERAUKE - Tim Catur mengakhiri perjuangannya dan pulang ke Tanah Pasundan dengan torehan prestasi gemilang. Di hari terakhirnya, Rabu (13/12021), tim catur menutup pertandingannya dengan 3 medali emas dan 1 perunggu.
Ketiga medali emas itu diraih atas nama, Irene Kharisma Sukandar melalui nomor catur standar perorangan puteri. Dua medali emas lagi direbut dari nomor beregu puteri atas nama, Medina Warda Aulia,Dewi AA Citra dan Diajeng T Singgih.
Sedangkan pada beregu putera masing-masing, Susanto Megaranto,M. Luthfi Ali, Farid Firmansyah dan Anjas Novita. Sementara Arif Abdul Hafiz harus puas dengan medali perunggu.
Dengan tiga medali emas terakhir, itu tim catur Jawa Barat keluar sebagai juara umum dengan raihan, 6 emas, 3 perak dan 1 perunggu. Sementara di peringkat kedua cabang olahraga yang satu ini direbut tuan rumah Papua dengan 2 emas, 3 perak dan 2 perunggu.
Di tempat ketiga ditempati Kaltim dengan 2 emas dan 1 perunggu. Meski demikian, target yang dicanangkan tim catur gagal terpenuhi.
"Walaupun sebelumnya target yang kita pasang 7 emas. Kita agak meleset di 1 emas yaitu pada catur cepat. Tapi ini juga sudah pencapaian yang maksimal. Artinya atlet-atlet sudah berjuang keras bisa menjadi juara umum,” kata Manajer Catur Deni Nurdayana di Merauke Rabu (13/10/2021).
Menurutnya, satu emas yang meleset ketika WGM Irine Kharisma Sukandar kalah dari WIM Chelsie Ignesia Sihte pecatur Kalimantan Timur pada nomor perorangan catur cepat putri. “Irine harusnya mendapat dua emas,” ujar Deni menambahkan.
Ini kata Deni, menjadi bahan evaluasi usai perlehatan PON XX Papua. Selain mengevaluasi kekalahan Irine di catur cepat, menurutnya, juga untuk menghadapi beberapa even di bulan November dan Desember.
"Akan kita evaluasi setibanya di Bandung nanti. Selain untuk menghadapi kejuaraan dan turnamen di November dan Desember. Selain itu juga evaluasi kekalahan Irine di catur cepat,” katanya lagi. (KONI Jabar)
* Foto by PB PON XX Papua/ Yulius Rianto Gozali