ENSIKLOPON - PON VI BATAL DIGELAR KARENA MELETUSNYA GERAKAN 30 SEPTEMBER 1965 (1)

SEPTEMBER, 58 tahun yang lalu, Pekan Olahraga Nasional VI tahun 1965  (PON) yang sejatinya digelar pada momentum peringatan Hari Sumpah Pemuda dengan tema Menggalang Persatuan dan Kesatuan Bangsa.

Sayang, akibat peristiwa Gerakan  30 September 1965 (G 30 S-PKI/1965) itu menjadi catatan sejarah pertama kalinya Pesta Olahraga  Nasional itu harus ditiadakan.

Menjadi catatan sejarah tersendiri karena PON VI digugurkan sebelum dilahirkan mengingat situasi keamanan. PON yang rencananya digelat di Jakarta ini akan diikuti 600 atlet dari 22 cabang olahraga yang dipertandingkan.  

Ditetapkannya Jakarta sebagai tuan rumah PON VI adalah keputuan Eksekutif Dewa Olahraga Republik Indonesia.

Padahal, upaya untuk mempersiapkan segala sesuatunya seperti membangun venue, penampungan atlet, transportasi, keamanan, anggaran serta persiapan – persiapan lainnya sebulan sebelum PON VI digelar, berjalan sesuai harapan.

Akan tetapi, peristiwa yang dikutuk oleh seluruh bangsa Indonesia pada waktu itu meletus tanpa diduga sebelumnya. Bagaimana tidak, marah insan olahraga di seluruh Tanah Air pada waktu itu,  bukan saja PB PON VI/1965 dan tuan rumah yang telah mati-matian mempersiapkan segala kebutuhan, seluruh daerah juga terkena imbas akibat terjadinyanya peristiwa  G 30 S-PKI.

Alhasil, semua menerima dengan lapang dada dan semua itu menjadi catatan sejarah yang tidak akan pernah dilupakan sepanjang masa oleh insan olahraga di Tanah Air.

Akan tetapi, semua itu menjadi hikmah semua pelaku karena terjadi sebelum PON digelar. Tidak terbayang, jika meletusnya G 30 S-PKI terjadi disaat PON sedang digelar berapa kerugian yang akan diderita oleh seluruh yang terlibat.

Jika tidak terjadinya G 30 S-PKI, PON VI akan menjadi tolok ukur untuk meningkatkan prestasi atlet  - atlet nasional seperti pada saat akan menghadapi Asian Games IV di Jakarta pada tahun 1962, Ganefo I/1963 yang menciptakan rekor-rekor nasional dan Asian Games oleh para atlet.

Pun dengan PON VI di Jakarta  tahun 1961 juga menjadi ajang pemantauan atlet –atlet nasional apakah mampu meningkatkan prestasinya untuk Asian Games berikutnya. *** (rief/dari berbagai sumber).


Navigasi