PETA KEKUATAN BERGESER, KARATEKA JABAR ANTISIPASI AMBISI TUAN RUMAH SUMUT

BANDUNG - Sejauh ini peta kekuatan cabor karate PON mulai ada pergeseran. Terutama tuan rumah Sumatera Utara yang mengkonsentrasikan diri perolehan emasnya dari cabor bela diri. Sumut punya tradisi yang bagus untuk cabor karate. Hal ini harus diantisipasi oleh karateka karateka Jabar. Selain itu lawan terberat lainnya akan muncul dari DKI Jakarta.   

Demikian dikatakan Kabid Binpres FORKI Jabar Arif Hardiana. Selain itu Arif pun menyinggung ihwal sparing partner. Karena hampir sebagian besar olahraga beladiri membutuhkan atlet sparing partner

“Kita membutuhkan sparing partner yang memadai sehingga akan mengoptimalkan kemampuan atlet itu sendiri. Dengan adanya sparing partner diharapkan akan muncul karateka-karateka terbaik untuk tampil di PON tahun depan,” ujar Arif

Karateka Jabar pun dalam penilaian Arif memiliki semacam keunggulan karena tempo hari di kejuaraan Asia, ada 4 karateka putra Jabar mewakili Indonesia. Tentu keempat karateka ini menjadi andalan Jabar untuk meraih emas di PON XXI/2024.

Seperti diketahui, FORKI Jabar di PON XX/2021 di Papua meraih 4 emas atas nama Sandy Firmansyah, Ivan Thaher,Sheron Serlina,dan kumite beregu putra.

Keempat medali emas itu, ujar Arif di atas kertas masih bisa kita pertahankan. Kalau di cabor karate, 20 persen meraih medali emas dari 17 nomor pertandingan sudah cukup untuk menjadi juara umum.

Arif mengatakan, peta kekuatan cabor karate PON ada sedikit pergeseran , terutama tuan rumah Sumatera Utara yang mengkonsentrasikan diri perolehan emasnya dari cabor bela diri.

Sumut punya tradisi yang bagus untuk cabor karate. Hal ini harus diantisipasi oleh karateka karateka Jabar. Selain itu lawan terberat lainnya akan muncul dari DKI.

Seperti diketahui, tim Karate Jawa Barat sukses meloloskan atlet diseluruh kelas yang dipertandingkan di Babak Kualifikasi PON XXI/2024. BK yang berlangsung di Banjar Baru, Kalimantan Selatan, akhir Agustus lalu itu menjadi keberhasilan tersendiri bagi Forki jabar, pasalnya pada pelaksanaan PON sebelumnya, Tim Karate jabar hanya meloloskan atlet di 17 kelas dari 20 kelas yang dipertandingkan.

“Syukur Alhamdulilah kita berhasil meloloskan atlet diseluruh nomor yang dipertandingkan, yaitu 20 kelas pertandingan. Pencapaian ini hanya bisa disaingi oleh kontingen DKI yang juga meloloskan atlet disemua kelas. Namun secara kualitas, ada penurunan perolehan medali. Dari target 4 emas, karateka jabar hanya meraih 2 medali emas dan 8 perunggu,” ujar Arif.

Menurut Arif, menurunnya jumlah raihan medali emas disebabkan oleh beberapa alasan. Salah satunya karena konsentrasinya lebih kepada meloloskan semua kelas. Seperti diketahui, dalam Tim Karate jabar hampir 60 persennya merupakan muka-muka baru yang membutuhkan perhatian ekstra, sehingga karateka-karateka senior yang sebelumnya diprediksi meraih medali emas tidak tergarap dengan maksimal.

“Saya memiliki keyakinan, 8 medali perunggu ini setidaknya 3 atau 4 diantaranya akan menjadi medali emas pada pelaksanaan PON XXI nanti. Kita masih memiliki waktu sekitar satu tahun untuk terus mengasah kemampuan karateka-karateka muda ini,” kata Arif.

Mengenai program latihan yang akan dilakukan satu tahun kedepan, Arif mengatakan, mulai bulan Oktober hingga Desember 2023 program latihan dilakukan secara gabungan desentralisasi dan sentralisasi. Baru mulai bulan Januari tahun 2024 dilaksanakan full sentralisasi.

“Kita berusaha membuat sebuah program latihan yang berbeda dengan sebelumnya, karena tantangan di PON tahun depan begitu ketat. Berdasarkan hasil BK PON, perolehan medali antara Sulawesi Selatan, DKI, Jatim dan Jabar hanya berselisih satu medali emas. Tidak ada yang signifikan, betul-betul kompetitif,” tutur Arif.

Arif mengtakan, Forki Jabar juga telah mengagendakan try out – try in, PON Mini serta training camp di luar negeri yang rencananya dieksekusi antara bulan April hingga Juni tahun 2024. *** (den)


Navigasi