BANDUNG - Tatapan matanya tajam sekali. Bawaanya tenang dan begitu fokus pada satu arah. Tidak ada kesan tergesa-gesa. Lalu, dengan satu kali sodokan bola meluncur masuk terarah pada lobang yang ada di pinggir meja.
Begitu mahir dan terkesan profesional sekali apa yang dilakukan gadis cantik ini. Dia adalah Nony Krystianti Andilah. Begitu nama lengkap gadis berkulit kuning langsat dan mengaku mengenal olahraga biliar sejak usia 10 tahun ini.
"Sejak usia 10 tahun udah senang biliar sampai sekarang. Saya sangat mencintai olahraga ini,"kata Noni, atlet kelahiran Cirebon, 23 November 1995 ini.
Bukti kecintaannya terhadap olahraga yang lebih banyak digandrungi kaum adam ini, Noni bungsu dari enam bersaudara ini memiliki segudang prestasi yang diraihnya.
Tidak hanya untuk prestasi tingkat daerah atau Nasional. Noni anak pasangan Yudi Andilah dan Mira Marlina ini pun mencetak prestasi ditingkat Internasional.
Spesialisasi nomor nine ball (9 ball) ini pernah mrmperoleh medali emas Kejurnas 2017, Juara 1 Pepi Cup ( Pebiliar Putri Indonesia ) 2017 di Jakarta, Quarter final Japan Championship 2018, Medali Perak Seagames 2019 di Philipina, runner-up Woman 9 Ball Open Handicap 2022 di Jakarta, runnep-up 9 ball Women Open Tournament 2022 di Jakarta, Medali Emas Kejurnas 2022 di Jakarta, medali Emas Porda Jabar 2022, medali Emas 8-ball Porda Jabar 2022.
"Masih banyak lagi. Saking banyaknya jadi lupa ni,"ucap Noni yang senang film action dan hobby traveling ini.
Tidak hanya berprestasi di dalam negeri saja, namun Noni yang saat ini tergabung sebagai atlet Pelatda BK PON 2023 POBSI Jabar ini, juga pernah mencicipi enaknya berlatih dan berprestasi di luar negeri.
Penyuka makanan Seafood ini juga pernah berada di 32 besar Women’s Formosa Cup ACBS Asian Pool Championship 2023 di Taipei
"Saya juga pernah TC di Philipina tahun 2012, 2016 dan tahun 2019. Pada tahun 2018 sebelumnya pernah bertanding di China dan Jepang. Tahun 2019 TC di Singapora dan Philipina. Terakhir diTaiwan 2023,"jelas Noni membeberkan pengalaman latihan dan event yang diikutinya di luar negeri.
Lalu apa target mu di PON Sumut-Aceh Noni? "Pertama mau ngambil tiketnya di Babak Kualifikasi (BK) PON. Doain ya. Kalau udah dapat tiketnya, pasti di PON Sumut-Aceh target saya medali emas. Harus dan mohon doanya terus,"kata Noni, pemilik tinggi badan 164 cm ini.
Untuk mewujudkan targetnya itu, Noni melihat bahwa peranan pelatih sangat penting dalam dirinya menuju sukses PON.
"Sangat sangat penting. Kita harus memiliki pelatih yang hebat. Karena pelatih mempunyai andil yang sangat besar mengantarkan atlet nya menjadi juara. Saya bersyukur POBSI Jabar menyediakannya. Atlet tanpa pelatih is nothing,"ucapnya tegas. *** (Bang)