BANDUNG - Prestasi atlet Jabar di event Nasional maupun Internasional, tidak diragukan lagi. Namun prestasi tersebut, terdapat keinginan atlet kepada Lembaga Olahraga terkait honor yang belum terpenuhi.
Atlet Muaythai Jabar asal Kabupaten Subang Tovan Nopian menerangkan, usai pelaksanaan Babak Kualifikasi (BK) PON beberapa waktu lalu, Ia belum menerima honor.
"Kalau uang saku dari Jabar belum terima, terakhir dikasih pada jelang BK selama 3 bulan, dan setelah lolos BK belum ada kabar lagi. Saya berharap uang saku terpenuhi, makan, vitamin terpenuhi, insya Allah kita akan beri yang terbaik pada PON 2024 di Aceh dan Sumut," Ungkap Tovan, melalui telepon, Senin (6/11/2023).
Tovan yang turun di kelas 60 kg senior putra menambahkan, setelah BK, atlet Muaythai saat ini dipulangkan ke daerah masing masing untuk latihan mandiri.
Disinggung rival terberat pada PON nanti, kata tovan, adalah wasit, sehingga perlu ada perbaikan kedepan terkait kepemimpinan wasit yang terkadang merugikan.
"Terkait Ketua Pengcab Muaythai Jabar, pak Evi menurut saya sangat bagus. pasalnya, beliau konsisten berikan perhatian ke atlet," imbuhnya.
"Selama jadi atlet muaythai saya sudah raih prestasi di Porprov, PON, dan terkait penghasilan materi, menurut saya sudah cukup. Dari Muaythai saya punya rumah, kendaraan bahkan menikah pun bisa, termasuk berbisnis. Saya berharap, KONI Jabar secepatnya direalisasikan gaji untuk atlet yang telah lolos BK," tandasnya. *** (Adi)