INI MEDAN, Bung! Kalimat itu dipastikan akan kembali bergema manakala Pekan Olahraga Nasional ke-XX (PON) untuk kedua kalinya digelar di ujung Pulau Sumatera, itu pada 2024, mendatang.
Kota Medan ibukota Provinsi Sumatera Utara (Sumut), untuk pertama kalinya menjadi tuan rumah penyelenggaraan Pesta Olahraga Nasional Empat Tahunan tersebut pada tahun 1953 setelah ditetapkan sebagai penyelenggaraan PON ke-III.
Penyelenggaraan PON III di Kota Medan itu, terpaut dua tahun setelah PON ke-II tahun 1951 di Jakarta. Pasalnya, pada saat itu belum ada ketentuan resmi tentang jarak waktu pelaksanaan PON ke PON.
Hal ini lebih disebabkan karena antara PON ke-I dan ke-II berjarak tiga tahun. Sementara PON II dan III berjarak dua tahun. Akan tetapi, tujuan dan marwah pelaksanaan PON itu sendiri tidak mengalami perubahan yakni, Menggalang Persatuan dan Kesatuan Bangsa.
Pada saat itu merupakan yang pertama kalinya PON diselenggarakan di luar Pulau Jawa dengan alasan bahwa PON adalah milik seluruh masyarakat Indonesia yang dapat diselenggarakan di mana saja sepanjang daerah yang ditunjuk sanggup menjadi tuan rumah dengan menyediakan dan menyiapkan seluruh fasilitas yang diperlukan.
PON III/1953 Medan diselenggarakan selama sepekan, 20 – 27 September1953. Pada PON III ini, 11 daerah ikut ambil bagian diantaranya, Sumut (tuan rumah), Sumetra Tengah, Sumsel, Jakarta Raya, Jateng, Jabar, Jatim, Nusa Tenggara (Sunda Kecil), Sulsel, Sulut serta Maluku.
Bertambahnya jumlah peserta PON III/1953 dibandingkan PON II/Jakarta pada saat itu, menandakan adanya minat besar dari berbagai daerah terhadap keolahragaan di Tanah Air.
Selain bertambahnya jumlah provinsi pada PON III/1953, semuanya mengalami perubahan khususnya cabang olahraga yang dipertandingkan.
Jika di PON II/1951 di Jakarta hanya 18 cabang olahraga yang dipertandingkan, maka di PON III/1953 di Medan sebanyak 14 cabang olahraga lama maupun baru dengan pertimbangan cabang olahraga yang dipertandingkan adalah digemari masyarakat banyak, menyesuaikan perkembangan dan kemajuan cabang olahraga itu sendiri serta menysesuaikan dengan agenda olahraga yang dipertandingkan di tingkat internasional.
Ke-14 cabang olahraga tersebut diantaranya, Atletik, 22 nomor putra dan 9 nomor putri. Renang, 6 nomor putra dan 5 putri. Loncat Indah, Polo Air, Sepakbola, Anggar: 6 nomor putra dan 1 putri. Balap Sepeda: 2 nomor beregu/perorangan. Tenis, Tenis Meja, Bola Keranjang, Hockey, Bola Basket, Bulutangkis, Bola Voli : Putra/Putri. Angkat Besi 6 nomor pertandingan serta Menembak dengan sebanyak 4 nomor yang dipertandingkan. *** (Arief/berbagai sumber)