MENGENAL LEBIH DEKAT KETUA UMUM CABANG OLAHRAGA GULAT

BANDUNG - MENDENGAR nama Yoko Anggasurya maka pikiran akan mengarah kepada cabang olahraga sepakbola. Memang, namanya kental dan fenomenal ketika menjadi motor keberhasilan Tim Sepakbola Jawa Barat di PON XIX/2016 setelah 60 tahun tanpa medali emas.

Akan tetapi, sebenarnya ia sendiri adalah eks atlet gulat yang pernah digelutinya di akhir 70-an.

Tidak salah jika komunitas olahraga asal Yunani Kuno ini,  kursi Ketua Umum PGSI Jabar (Persatuan Gulat Seluruh Indonesia Jawa Barat) masa bakti 2023-2027 dipercayakan kepadanya.

Perlu dipahami bahwa penunjukan Yoko oleh seluruh Pengurus Cabang PGSI dari  Jawa Barat itu, bukan semata-mata keberhasilannya dalam membangun kembali prestasi PGSI Kota Bandung yang sempat tertidur hampir 20 tahun terakhir, sebagai mantan atlet gulat menjadi alasan seluruh Pengcab PGSI se-Jawa Barat meminangnya.

Yoko mengakui, sebetulnya lebih dari 30 tahun telah meninggalkan olahraga gulat tetapi tidak lupa cara mengurus cabang olahraga yang satu ini.

“Saya mantan atlet gulat. Saya pernah hidup di gulat. Setelah terpilih tentu saja  saya akan mengabdikan diri untuk olahraga gulat, tetapi jika gagal tanpa diminta pun saya siap mundur, itu pertanggung jawaban  pertama yang saya lakukan sebagai integritas saya,” katanya menegaskan.

Menurut Yoko, Jawa Barat memiliki  atlet gulat yang berpotensi untuk dibina secara kontinyu. Karena itu katanya, harus serius dan tidak bisa main-main.

"Atlet kita sangat berpotensi jika dibina secara serius, saya juga ingin mengembalikan Jawa Barat

yang pernah menjadi daerah paling ditakuti di cabor gulat puluhan tahun ke belakang. Terpenting organisasinya dulu kita benahi apalagi sebentar lagi kita akan menghadapi PON 2024. Bibit atlet ada di derah, makanya saya juga akan memberikan apresiasi dan motivasi kepada semua Pengcab yang memiliki prestasi bagus," ujarnya menambahkan.

Sebagai mantan atlet gulat Yoko tak perlu mempelajari situasi dan kondisi organisasi.Berangkat menuju Jakarta untuk mendampingi atlet yang berjuang di Pra PON XXI atau Babak Kualifikasi (BK) menjadi awal pengabdiannya.

Kehadirannya langsung memberi aura positif dan memotivasi atletnya. Alhasil, sebanyak 17 kelas nomor pertandingan untuk PON XXl nanti berhasil direbut. Di ajang Pra PON yang digelar 7-9 November 2023 lalu, 17 pegulat Jabar lolos ke PON XXI/2024.

Secara keseluruhan dari Babak Kualifikasi itu, Jabar meraih 13 keping medali,  3 medali emas, 4 perak, dan 6 perunggu.

 

Sebuah proses yang panjang dialaminya untuk menggeluti dunia keolahragaan. Tahun 2000-an, menjadi awal untuk membaktikan diri di dunia olahraga melalui sepakbola. Dimulai ketika menjadi orang tua untuk mengantarkan anak-anaknya berlatih sepakbola di salah satu klub.

Berhari-hari, berbulan - bulan sampailah tiba pada keberhasilannya mengantarkan putranya, Randy Saputra menjadi pemain sepak  bola profesional bersama pemain Persib Junior dan senior dan berakhir di Pelita Bandung Raya.

Setelah Randy berhenti, putra  bungsunya Reynaldi Anggasurya yang masih berusia muda tengah melanglangbuana di klub-klub profesional dan sebelumnya memperkuat Persikabo 1973.

Di sepakbola, ia juga menjadi bapak angkat bagi para pemain muda berbakat dua diantaranya, kakak beradik Gian Zola  Nugraha dan Beckham Putra Nugraha. Yoko mengakui, berkecimpung di dunia sepakbola membutuhkan proses yang cukup panjanhg.

"Saya masih ingat betul, awal 2000-an saya mulai belajar berorganisasi  olahraga di sepakbola, perlahan-lahan lalu ikut-ikutan, sambil berjalan saya mempelajari dunia sepakbola saat itu, memang harus seperti itu, tidak ujug - ujug ikut dan menggelutinya, semua harus ada prosesnya," katanya dalam sebuah kesempatan.

Kesan pertama yang tak akan pernah dilupakan sebagai awal karir di dunia sepakbola adalah pada saat Persib Junior menjuarai Piala Bogasari tahun 2003. Saat itu, Yoko masuk ofisial tim biasa.

Dirasakan pas dan cocok mengurusi sepakbola, ia pun tidak menolak ketika mendapat limpahan mengelola klub SASWCO. Lantas di tahun 2013, SASWCO melejit dan diantarkannya ke Old Trafford, Manchester sebagai klub terbaik di Indonesia yang akan bertanding dengan klub-klub dari negara lain.

Dengan pengalaman membidani klub ditambah keberhasilan di dunia sepakbola selama hampir 20 tahun, membawanya ke tampuk Ketua Umum PSSI Kota Bandung periode pertama 2022-2026.

Dengan kelebihannya itulah PSSI Jawa Barat pun meminangnya untuk memanajeri Tim Futsal Putri Jabar. Demi Jabar, katanya, ia pun tidak menolak dan turut mendampingi putri Jabar di ajang Babak Kualifikasi di Kaliamnatn selama  berhari-hari. Alhasil, Tim Futsal Putri Jabar akhirnya lolos ke PON XXI/2024 dengan prestasi tanpa kekalahan selama Babak Kualifikasi. *** (Rief)


Navigasi