ENSIKLOPON - PON II/1951 JAKARTA : FAKTOR IBU KOTA MENDORONG PROVINSI LUAR JAWA IKUT AMBIL BAGIAN

BANDUNG - PON II diselenggarakan di Jakarta pada tahun 1951. Pada PON II tersebut mengalami kemajuan pesat dimana peserta yang ikut serta datang dari berbagai daerah/provinsi di seluruh Indonesia yang jumlahnya mencapai tidak kurang dari 10 provinsi.

Diantaranya provinsi, Sumatera Utara, Sumatera Selatan, Jakarta Raya, Jawa Barat, Jawa Tengah, Jawa Timur, Kalimantan Selatan, Sulawesi Utara, Maluku, sehingga PON II/II 1951 ini benar-benar Pekan Olahraga Nasional dimana pelaksanaannya sudah mencapai taraf nasional.

Masalah keamanan yang benar-benar terjamin menjadikan daerah di luar Jawa memiliki interest untuk mengikutinya disamping pembiayaan yang cukup. Akan tetapi ada faktor lain yang lebih mendorong daerah luar Jawa ingin menbgikutinya, yakni, keinginannya untuk merasakan suasana Jakarta pada waktu itu sebagai Ibu Kota Republik Indonesia.

Apalagi pada waktu itu, masalah transportasi untuk menuju Jakarta dapat dicapai lebih mudah melalui moda angkutan, darat, laut maupun udara.

Begitu juga hubungan dan komunikasi surat menyurat antara satu daerah dengan daerah lain, PB PON dengan beberapa provinsi, pembina olahraga dengan daerah dapat dilakukan dengan cepat sehingga semua keperluan untuk pelaksanaan PON sangat memungkinkan untuk terpenuhi.

Yang paling utama adalah rasa Persatuan dan Kesatuan Bangsa mulai terpatri melalui PON. Alasannya, jika pada PON I di Surakarta Jawa Tengah pada tahun 1948  masih banyak yang tidak mendapat kesempatan ikut ambil bagian,  di PON II/1951 itulah mereka benar-benar memanfaatkannya untuk ikut  sebagai peserta.

Penyelenggaraan PON II/1951  menjadi sebuah bukti, bahwa melalui olahraga khususnya Pekan Olahraga Nasional, menyadarkan terbangunnya Persatuan dan Kesatuan Bangsa yang semakin erat sehingga upaya-upaya yang akan memecah belah bangsa yang baru berdiri enam tahun setelah Proklamasi Kemerdekaan di tahun 1945 dapat dihindari.

Faktor yang tidak kalah pentingnya adalah, melalui PON II tersebut yakni, dapat mengetahui sejauh mana kemampuan para atlet nasional  dalam mencapai prestasi terbaik. *** (Rief)


Navigasi