BANDUNG - Dalam sebuah tim kapten tim menjadi sosok yang paling penting dalam meraih prestasi. Adalah Hal itu pula yang kini melekat di tim Futsal Putri Jawa Barat dalam persiapannya menuju PON XXI/2024 di Aceh dan Sumut.
Adalah Novita Murni Piranti. Ia dipercaya memegang ban kapten untuk memimpin rekan-rekannya. Namun, ia sendiri tidak mengetahui secara persis dasar penunjukannya menjadi kapten tim.
"Saya sendiri kurang tahu pemilihannya seperti apa, yang pasti ditunjuknya saya menjadi kapten tim dari manajer dan pelatih, adalah sebuah amanah dan saya terima dengan senang karena ini mungkin menjadi tantangan juga buat saya juga," kata perempuan kelahiran Cianjur 2 November 1990 ini menuturkan menjelang latihan Tim Futsal Putri Jawa Barat di GOR Queen, Jalan Katamso, Jumat 8 Desember 2023.
Kerap paling rajin dalam berlatih bahkan sering mendahului dengan cara berlatih mandiri di kala jadwal latihan belum tiba pada waktunya konon menjadi alasan Novita ditunjuk untuk menjadi jenderal di lapangan.
Tetapi menurutnya, hal tersebut dilakukan lebih kepada sadar diri apalagi sosoknya dialah yang paling senior di Tim Futsal Putri Jawa Barat.
"Usia saya sudah 33 tahun, kalau saya tidak bisa menjaga kebugaran dan jaga kondisi diri sendiri ya saya bisa kesalip oleh yang lain, kalau memang ini bagus kata yang lain sangat senang jika diikuti oleh yang lain," katanya menambahkan.
Novita mengaku, tidak merasa terbebani dengan penunjukannya sebagai kapten tim. Hanya saja kata dia, mengatur dan membimbing rekan-rekannya harus lebih santai dengan dan tergantung mood.
"Kadang melakukan pendekatan kepada teman-teman bagaimana caranya kadang ada yang kurang mood kita bikin mood di lapangan atau saya sendiri yang mungkin sedang capek bagaimana caranya ke teman-teman bisa membuat tetap enjoy, dan bagaimana caranya meningkatkan moody dari diri sendiri saja," katanya memaparkan.
Karena itu, ujarnya, ia harus pandai membuat timnya tetap konsisten khususnya nanti di ajang PON XXI/2024 sebagai pertaruhan dan pertarungan mengangkat tim.
"Harus konsisten karena targer kita emas jadi kita harus konsisten sampai nanti PON, apalagi kita tahun teman-teman dari provinsi lain yang nanti akan bertemu di PON dan kita harus tahu juga siapa yang akan kita hadapi," ujarnya mengunkapkan.
Di kalangan teman-teman setim, ia lebih akrab dipanggil 'Si Apem'. Novita sendiri tidak mengerti apa maksud dirinya dipanggil 'Si Apem'.
Istilah Apem sendiri identik dengan sebuah makanan khas Bandung yang bentuknya mungil, kenyal namun gurih bila disantap.
Boleh jadi kata Apem disamakan dengan sosok Novita karena pas dengan perawakannya yang mungil dan sedikit menggmaskan. Namun jangan ditanya, dia sangat lincah ketika sudah tampil di lapangan.
"Saya sendiri tidak tahu, kenapa saya dipanggil Apem," katanya bergumam.
Terlepas dari itu, ia siap membawa Jawa Barat sebagai peraih medali emas di cabang olahraga futsal untuk peratama kalinya yang dipertandingkan di PON XXI/2024.
"Pastinya sangat berkesan jika hal itu bisa kita capai, karena ini pengalaman saya yang pertama dan mungkin yang terakhir karena di PON berikutnya belum tentu masuk tim lagi, yang pasti untuk tim, untuk saya pribadi dan juga untuk Jawa Barat tentu saja akan sangat berkesan," katanya menambahkan lagi.
Namun ada yang lebih spesial baginya dalam keterlibatannya di PON nanti yaitu siap memberikan prestasi sebagai kado istimewa bagi manajer tim.
"Manajer kita top banget, luar biasa dan respek pokoknya, ketika manajer memberikan seratus persen terhadap kita semua, kita juga harus bisa memberikan lebih dari seratus persen, " ujar Novita memungkasi perbincangan. *** (Rief)