BANDUNG - Tim Karate Jawa Barat yang akan tampil di PON XXI/2024 mengincar negara Kazakhstan dan Jepang untuk menjadi negara tujuan berlatih memantapkan persiapan sebelum terjun di multievent empat tahunan yang akan dilaksanakan di Sumatera Utara dan Aceh.
Ketua Umum Federasi Olahraga Karate - Do Indonesia (FORKI) Jawa Barat Gianto Hartono mengaku sudah memerintahkan para pelatih dan tim tehknik FORKI segera menyusun program tersebut dalam rangka meningkatkan mental, tehnik, fisik serta stamina atlet sebelum turun dalam perburuan medali pada PON XXI Sumut-Aceh tahun 2024.
"Tidak berlama-lama. Sesuai kewenangan saya, saya hanya minta untuk bergerak cepat. Karena PON yang akan dihadapi Jawa Barat tidak main-main. Secara gengsi dan prestasi pun Jabar masih menjadi perhitungan daerah lain," kata Gianto.
Oleh karena itu sebagai tanggungjawab dia selaku Ketua FORKI Jabar yang mesti menjaga marwah prestasi karate Jabar, Gianto meminta kepada pelatih dan para pelaku tehnis untuk membuat proposal latihan untuk tujuan kedua negara Jepang dan Kazakhstan itu.
Sementara itu, Sekretaris Umum FORKI Jabar Adrian Tejakusumah menyambut baik rencana atlet karate Jabar untuk berlatih di dua negara Jepang dan Kazakhstan. "Prestasi karate Kazakhstan adalah terkuat di Asia untuk nomor kumite dan Jepang untuk nomor kata. Jadi saya setuju kalau Ketua menunjuk kedua negara itu,"kata Adrian.
Sesuai perintah Ketum FORKI Jabar, dirinya akan mempersiapkan segala sesuatunya untuk keberangkatan para atlet Jabar untuk di godok di kedua negara tersebut. Untuk memberangkatkan atlet karate Jabar ke Jepang dan Kazakhstan, dia mengusulkan untuk bisa berangkat pada awal tahun 2024 mendatang.
"Atlet-atlet Jabar nya harus disiapkan dulu. Baik mental mau pun fisik dan stamina. Karena di Kazakhstan itu latihannya gak berhenti-henti. Makanya lihat fisik dan stamina mereka ketika ke Bandung bersama tim Nasional karate Indonesia. Luar biasa. Saya yakinkan, atlet karate kita akan kedodoran," kata Adrian.
Oleh karena itu ucap Adrian yang juga Ketua Bidang Kesejahteraan dan Kehormatan Olahraga KONI Jabar ini, sisa waktu beberapa bulan ini akan dimanfaatkan atlet untuk persiapan jelang ke Jepang dan Kazakhstan.
"Biar nantinya gak kaget saat mengikuti latihan di sana. Ya paling tidak anak-anak dapat mengimbangi dan bisa mengikuti latihan itu. Ini semua demi harga diri dan harga mati perjuangan medali di PON XXI Sumut-Aceh tahun 2024," tegasnya. *** (Bang)