TIGA ALASAN KONGKRET SELURUH PENGCAB PILIH YOKO ANGGASURYA JADI KETUA UMUM PGSI JAWA BARAT

BANDUNG -  Ditunjuk untuk maju mencalonkan lalu dipilih secara aklamasi pada saat Musyawarah Olaraga Luar Biasa di tubuh PGSI Jawa Barat, Jumat 3  November 2023.

Bukan tanpa alasan jika akhirnya seluruh Pengcab PGSI di seluruh Jawa Barat mempercayakan kursi Ketua Umum PGSI Jawa Barat kepada, Yoko Anggasurya masa bakti 2023-2027.

Alasan pertama, sosok Yoko Anggasurya dikenal karena pernah menjadi atlet gulat di era 70-an. Diyakini, ia paham bagaimana carana membangun olahraga asal  Yunani Kuno itu.

Alasan kedua, keberhasilannya dalam membangun PGSI Kota Bandung yang sempat tenggelam bertahun-tahun sehingga setelah ditanganinya beberapa atletnya kala itu bersinar di ajang PORPROV dan menjadi kontributor atlet bagi Kontingen Jawa Barat baik di PON XIX di Papua tahun 2021 maupun PON XX di Aceh  - Sumut tahun 2024, mendatang.

Alasan ketiga, loyalitas dan semangatnya dalam mengelola dunia olahraga. Klub Saswco anggota PSSI Kota Bandung misalnya, klub yang nyaris ambruk, dibangunnya hingga menghasilkan pemain level nasional seperti kakak beradik, Gian Zola Nugraha dan Beckham Putra Nugraha.

Menghadapi even sekelas PON, ia pun sangat teruji kala PON XVI/2012 di Riau yang penuh konflik dimana saat itu tim sepakbola yang didampinginya tembus hingga babak perempat final.

Di PON  XVIII/ 2016 Jawa Barat,  menjadi kebanggaannya yang tidak akan dilupakan sepanjang hidup dimana tim sepakbola yang saat itu sarat dengan pemain muda masa depan berhasil mempersembahkan medali emas untuk pertama kalinya dalam sejarah sepakbola Jawa Barat di arena PON.

Lalu, di PON XX/2021 di Papua dimana cabang olahraga sepakbola wanita dipertandingkan secara resmi untuk pertama kalina, Jawa Barat berhasil meraih medali perak sebagai runner up.

PSSI Kota Bandung yang diketuainya sejak tahun 2022, menjadi role model dan percontohan bagi daerah lain. Pasalnya, ditangannya semua program kompetisi usia muda di Kelompok Usia Kelompok  U-9 tahun dan Kelompok U-17 tahun tidak ada yang tertinggal untuk digelar selama dua tahun kepemimpinannya. Karena hal itulah, komunitas gulat di Jawa Barat menginginkan hal yang sama dari tangan H. Yoko Anggsurya.

Terakhir, ia membawa Tim Futsal Putri Jawa Barat lolos ke PON XX/2024 setelah berhasil melewati babak kualifikasi (BK) di Samarinda, Kalimantan Timur dengan meraih dua kali kemenangan.

“Secara pribad saya sangat mengenal, Haji Yoko selain mantan atlet gulat sendiri. Penggiat olahraga,  dan perannya banyak berkorban untuk dunia olahraga, tidak hanya di sepakbola di  gulat juga  beliau memiliki komitmen yang bagus, Insya Allah memang harus orang – orang seperti itu yang bekerja untuk cabornya itu dengan hati,” kata Ketua Umum Budiana mengungkapkan.

Disisi lain, Yoko Anggasurya mengaku siap menjalankan amanah KONI Jawa Barat terutama 90 persen Pengcab PGSI di Jawa Barat yang telah memberika kepercayaan.

“Tentu saja ini menjadi tantangan bagi saya, seperti berbagai persoalan yang diunkappkan Pengcab - Pengcab di daerah, itu harus kami respon sebagai masukan yang berharga bagi  kepengurusan yang saya pimpin,” ujarnya menegaskan.

Ke depan, katanya menambahkan, kunjungan ke berbagai daerah menjadi program utama guna mengetahui kondisi pembinaan dan organisasi Pengacb PGSI seperti apa harus diketahui oleh Pengprov.

“Visi dan Misi saya adalah peningkatan Sumber Daya Manusia (SDM), karena itu, masalah SDM ini akan menjadi program yang utama pula, sehingga kekurangan daya dukung untuk kemajuan daerah bisa terpantau,” katanya menambahkan. *** (Rief)


Navigasi