ENSIKLOPON - PON II/1951 JAKARTA : JAWA BARAT BERSINAR DI CABANG SEPAKBOLA DAN ATLETIK

BANDUNG - Pada PON II/1951 di Jakarta perkembangan prestasi mulai nampak diperlihatkan oleh daerah. Misalnya di cabang olahraga sepakbola, Jawa Barat berhasil meraih medali emas setelah menasbihkan sebagai juara. Peringkat kedua dan medali perak diraih Jakarta Raya dan medali perunggu sekaligus peringkat ketiga diraih Jawa Timur.

Ini berbeda dengan PON I/1948 di Surakarta dimana juara di cabang olahraga ini medali emas direbut regu Solo. Medali perak D.I Yogjakarta dan medali perunggu oleh Semarang

Selain di cabang olahraga sepakbola, pada PON II tersebut, Jawa Barat juga bersinar di cabang olahraga Basket Ball Putri dengan meraih merebut emas setelah meraih gelar juara. Peringkat kedua ditempati Jakarta Raya dan peringkat ketiga diraih regu Jawa Timur.

Sementara di PON I/1948 Surakarta, medali emas direbut Solo, perak diraih Madiun dan medali perunggu dibawa pulang regu Kedua.

Pada cabang olahraga atletik PON II, pelari Jawa Barat, J, Timisela memperbaiki rekor PON I atas nama pelari Fuad Sahi di  nomor 400 meter putra  dari 55.0 dengan catatan waktu 53.1. Tetapi, pada  nomor lari 10.000 meter PON I, catatan rekor Sutopo dari Madiun, 40.41.0  berhasil diperbaiki N Dalip Singh dari Sumut menjadi, 40.36.6.

Atlet wanita asal Jabar, Ny Saleh di nomor lempar lembing juga berhasil memperbaiki rekor dengan jarak lemparan sejauh 29.73 meter. Sedangkan, pada PON I di Solo, Darsari dari Solo hanya sejauh 25.32 meter.

Sementara itu nomor lari 100 meter putri pelari Jawa Barat, Darwati berhasil memperbaiki rekor PON I atas nama Annie Salamun dengan catatan waktu 13.9 detik menjadi 13.8 detik.

Di lua atlet Jawa Bafrat, pada nomor loncat tinggi, Titik Sudibyo berhasil memperbaiki rekor PON I atas nama dirinya di PON II dari loncatan setinggi 130 cm menjadi 145 cm. Prestasi yang paling menonjol di PON II/1951 terjadi di  nomor loncat tinggi putra atas nama atlet nasional Soedarmodjo. Pada di PON I  ia mampu melakukan loncatan setinggi 1,80 dan di PON II loncatannya lebih tinggi lagi yakni, 1.85. Loncatannya, belum bisa dipecahkan oleh atlet manapun sepanjang penyelenggaraan PON selama 20 tahun.

Di nomor atlet lari 100 meter putra atas nama Rivai dari Jawa Timur hanya mencatat waktu 11.2 detik pada PON I. Sedangkan di PON II tak ada perbaikan rekor dimana Jang Wagiu hanya mencatat waktu, 11.4 detik. *** (Rief)


Navigasi