BANDUNG - Pemusatan Latihan Daerah (Pelatda) Jawa Barat dalam persiapan menghadapi Pekan Olahraga Nasional (PON) akan dimulai pada bulan Januari 2024, untuk mencapai Jabar Hattrick PON dan akan langsung dikukuhkan pada minggu ketiga bulan Januari 2024.
“Pelatda akan dimulai pada bulan Januari dengan waktu kurang lebih 200 hari lagi dan pada minggu ketiga kita langsung melakukan pengukuhan tim Pelatda Jabar ke PON XXI 2024 Aceh Sumut,” ungkap Ketua Umum KONI Jabar M Budiana, pada saat Media Gathering Koni Jabar, yang berlangsung di Resto Cendana Bistro, Jl. Sukajadi Bandung.
Budiana juga mengatakan dalam Pelatda Jabar ini sudah ada Surat Keputusan (SK) untuk Pelatda terdiri dari 1250 atlet, 350 orang pelatih, dan sekitar 200 mekanik.
“Kontingen Jabar sendiri ada sekitar 1700 orang, nanti kita akan menerbitkan Satuan Pelaksana (Satlak) Pelatda JAbar dengan diketuai Wakil Ketua II, sebagai motor penggerak,” jelasnya
Sementara itu wakil Ketua II KONI Jabar Yunyun Yudiana juga mengatakan sebenarnya banyak cabor yang sudah menggelar Pelatda secara mandiri dan KONI sudah menetapkan Pelatda secara sentralisasi dimulai bulan Januari.
“Keinginan cabor, cabor itu punya parameter, awalnya pasca BK mereka tetap latihan dan mereka memang sudah mengukur parameter. Namun dengan berbagai pertimbangan, kami akan merencanakan di Januari ini. Ketika kami melaksanakan desk memamg beragam kesiapan cabor, karena dengan karakteristik dan performa dari para atletnya itu kami menginginkan di awal Januari di minggu pertama,” paparnya.
Yunyun juga menjelaskan kenapa Pelatda dimulai awal Januari ini, pihaknya berharap pada bulan September performa puncak atlet bisa tercapai.
“Jadi juga ketika kita mau melaksanakan awal Januari, itu menjadi ukuran kami, parameter latihan kebutuhan mereka supaya grade mereka tercapai di bulan September,” tegasnya.
Mengenai kebutuh Pelatda sendiri, KONI Jabar telah menyiapkan anggaran sekitar 87 persen dari dana hibah KONI Jabar dari Pemprov Jabar rencana sekitar Rp 340 M.
“Pak Ketum ini luar biasa dalam berikan pelayanan, jadi, layananan kepada kebutuhan Pelatda bahkan 87 persen, dan PON ini persentasenya tinggi. Biasanya 75 persen karena memang hattrick ini berat. Jadi perku dioptimalkan kepada layanan layanan mereka,” jelasnya.
KONI Jabar melihat hasil dari BK ini selalu menjadi yang teratas dan ini yang membuat KONI Jabar optimis bisa meraih Jabar Hattrick di PON nanti, namun pihaknya sudah mulai mengatisipasi hal-hal yang tidak diinginkan.
“Kuncinya cuman satu sebenarnya, Jawa Barat itu seluruh cabang olahraga yang dipertandingkan, sesuaikan dengan aturan internasional, itu saja satu. Anak anak kita di atas. Tapi kalau ada hal hal lain (non teknis), nah itu. Dilihat dari performa atlet atlet kami, di BK sangat jauh dari provinsi provinsi lain termasuk pesaing kita,” tuturnya.
Mengenai Pelatda sendiri, direncanakan dimulai pada bulan Januari dengan tidak berada di satu tempat saja tapi menyebar dengan menggunakan sarana yang ada di Jabar.
“Dan memang Pelatda ini ditempatkan tifak satu area karena di Bandung ini tidak ada satu area yang lengkap. Di Pajajaran paling banyak, 16 cabor, dan 16 ini utama. Nah kemudian ada di UPI 9 cabor, kemudian di Jalak Harupata, Rindam, dan Yon Zipur Ujung berung yang lainnya menyebar. Para layag di Banten, paramotor, jujitsu di Jakarta karena akses mudah. Arum jeram sukabumi, jadi olahraga alam yang jadi media prestasinya memiliki inisiatif dan kita hanya berikan pelayanan yang terbaik,” pungkasnya. *** (Ris)