ENSIKLOPON - MELETUSNYA G 30 S-PKI, MENJADIKAN PON VII LEBIH BESAR, GEBYAR DAN PENUH SEMANGAT (5)

PON VII/1969 merupakan PON terbesar dari tujuh kali PON yang telah diselenggarakan. Pada VII/1969, diikuti sebanyak 6.000 atlet dan ofisial dan diikuti  26 provinsi di Tanah Air.

Sementara 29 cabang olahraga dipertandingkan dan satu didemonstrasikan pada PON VII/1969 tersebut.

Ke-29- cabang olahraga tersebut meliputi, Anggar Angkat Besi, Atletik, Balap Sepeda, Bola Basket, Bola Voli, Bulutangkis, Bridge, Catur, Dayung,  Golf, Gulat, Hockey, Judo, Layar, Menembak, Motor Boating, Panahan, Pencak Silat, Pol Air, Renang, Loncat Indah, Senam, Sepakbola, Ski Air, Softball, Tennis, Tenis Meja, Terbang Layang dan Tinju.

PON VII/1969 di Surabaya  itu sendiri berlangsung dari tanggal 26  Agustus sampai dengan 6 September 1969.

PON VII/1969 merupakan salah satu upaya untuk melihat sejauh mana perkembangan keolahragaan Indonesia setelah gagalnya PON VI/1965 karena G 30 S-PKI dan pada waktu itu bertepatan dengan pelaksanaan Asian Games  V di Bangkok dan Olimpiade di Meskiko pada tahun 1968.

Semua merasa bangga karena hanya setahun mempersiapkan agar  PON VII/1969 bisa terselenggara menyusul kesanggupan tuan rumah yang berupaya agar tetap bersedia menyelenggarakan pekan olahraga yang sudah menjadi tradisi masyarakat Indonesia.

PON VII/1969 menjadi batu loncatan menuju even internasional seperti Olimpiade. Hanya persiapan setahun itulah yang sampai sekarang tetap dikenang sebagai PON kebangggan semua insan olahraga karena dengan waktu yang sempit itu mampu menyelenggarakan 29 pertandingan cabang olahraga dan setelah meletusnya G 30 S PKI pada waktu itu, persatuan dan kesatuan bangsa masih bisa dibangun dan dipertahankan melaui keolahragaan.

Selain itu, upaya PB PON VII/1969 di Surabaya yang harus menyediakan anggaran yang besarnya senilai Rp 70 juta berhasil dipenuhi.

Meski hal itu dirasakan sangat berat akan tetapi tanggung jawab para tokoh olaraga serta masyarakat  pada waktu begitu besar membina atlet – atletnya dan demi  kemajuan olahraga di Indonesia.

Pada waktu semua turun tangan untuk mensukseskan PON VII/1969, masyarakat, pemerintah, KONI Pusat, Pemprov Jatim yang memberikan bantuan yang tidak ternilai jumlahnya.

Bahkan, para steakholdrr, perusahaan – perusahaan swasta instansi pemerintah, perusahaan udara, laut dan darat, pelaku ekonomi lainnya juga turut bergerak dan membantu sehingga dengan kemampuan yang ada PON VII/1969 bisa terlaksanan dan berjalan dengan baik. *** (rief/berbagai sumber).


Navigasi