PON III/1953 di Medan merupakan ajang perbaikan dan pemecahan rekor atlet-atlet pada cabang olahraga atletik yang sebelumnya mereka raih di PON II/1951 di Jakarta.
Pada PON III/1953 itu lahir rekor – rekor baru yang dipecahkan oleh atlet dari berbagai daerah.
Data yang tercatat di buku panduan Kontingen PON X Jawa Barat, dituliskan bahwa selama dua tahun dari PON II ke PON III, telah tercatat prestasi menjanjikan yang ditorehkan pad acabang olahaga atletik.
Loncat tinggi, misalnya, Okomona (1.89) dan Sudarmodjo (189). Dasuki asal Sumut berhasil memperbaiki rekor nomor lari 100 meter dengan waktu 10.8. Sedangkan di PON II, Jan Wagu mencatat 11,4.
Rivai, pelari 200 meter, berhasil memperbaiki rekornya dengan catatan waktu, 23.2. Begitu pula dengan J. Timisela pelari 400 meter berhasil memperbaiki rekornya dari 53.1 menjadi 52.1.
Untuk lati 1.500 meter, pelari asal Jabar memperbaiki rekor Moh Amin (Sulsel), dari 4.45.2 menjadi 4.40.4. Marathon, 42, 195 km Kastanya memperbaiki rekor N. Da0.lip Singh dari 3 jam 37.08.2 menjadi 3 jam 20.17.6.
Untuk nomor atletik putri mengalami perbaikain atas nama Derwati asal Jabar memperbaiki rekor PON pasa lempar cakram dari 26.72 meter (PON II) menjadi 29.35 meter.
Akan tetapi lain halnya dengan pada loncat tinggi dimana pada PON II, Titiek Sudibyo berhasil mencatatkan loncatan setinggi 1.45 meter namun pada PON III, atlet Jabar, Umi Kulsum hanya setinggi 1.35 meter sehingga menjadi pertanyaan di kalangan cabang olahraga atletik. *** (Arief/berbagai sumber)